Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: AI Pacu Rekor Investasi Dunia, Namun Kesenjangan Teknologi Masih Menganga

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PBB: AI Pacu Rekor Investasi Dunia, Namun Kesenjangan Teknologi Masih Menganga Doc: AFP/Kirill KUDRYAVTSEV
Ket. Logo AI pada layar laptop di samping logo aplikasi Chat AI pada layar ponsel pintar di Frankfurt am Main, Jerman.

JENEWA – Ledakan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong investasi global pada aset tak berwujud, seperti perangkat lunak, data, riset, dan pengembangan (R&D), ke level tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Namun, di balik lonjakan tersebut, para pelaku industri dan pemerintah juga dihadapkan pada tantangan besar untuk memastikan investasi AI benar-benar menghasilkan produktivitas dan manfaat ekonomi yang merata.

Dilansir dari The Straits Times pada Rabu (8/7), Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) menyatakan investasi pada aset tak berwujud kini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi global. Investasi tersebut mencakup penelitian dan pengembangan, perangkat lunak, data, merek, desain, hingga kemampuan organisasi perusahaan.

Dalam laporan World Intangible Investment Highlights 2026 yang disusun bersama Luiss Business School, WIPO mencatat bahwa di 29 negara yang mewakili sekitar 57 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, nilai investasi aset tak berwujud mencapai rekor lebih dari 10 triliun dollar AS pada 2025.

Meski demikian, laporan tersebut juga memiliki keterbatasan karena tidak memasukkan Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia dan salah satu pemain utama dalam pengembangan AI global. Kondisi ini membuat gambaran investasi aset tak berwujud dunia belum sepenuhnya mencerminkan lanskap global secara utuh.

WIPO menilai tren tersebut menunjukkan terjadinya perubahan struktural dalam pola investasi dunia. Sejak 2008, investasi aset tak berwujud tumbuh rata-rata 3,5 persen per tahun secara riil, jauh melampaui investasi aset berwujud yang hanya meningkat sekitar 0,98 persen per tahun.

"Angka-angka ini menunjukkan pergeseran struktural yang berkelanjutan dalam komposisi investasi, dengan aset tak berwujud memainkan peran yang semakin penting dalam penciptaan nilai," kata WIPO.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan investasi aset tak berwujud terbesar, hampir 5 triliun dollar AS pada 2025, atau sekitar enam kali lebih besar dibanding Jepang yang berada di posisi kedua. Jerman menempati posisi ketiga.

Sementara itu, jika diukur terhadap ukuran ekonomi, Swedia menjadi negara paling intensif berinvestasi pada aset tak berwujud dengan nilai mencapai 17,4 persen dari PDB, disusul AS (15,6 persen) dan Prancis (15,2 persen). India, Jepang, dan Filipina tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan investasi tercepat.

Menurut WIPO, investasi aset tak berwujud juga terbukti lebih tangguh dibanding investasi fisik ketika dunia menghadapi suku bunga tinggi, perlambatan ekonomi, dan meningkatnya ketegangan perdagangan global. Sepanjang 2020–2025, investasi aset tak berwujud tumbuh 5,5 persen per tahun secara riil, sedangkan investasi berwujud hanya meningkat 3,2 persen.

Mengubah Arah Investasi

Laporan itu menempatkan AI sebagai motor utama transformasi tersebut. Pada tahap awal, AI memang mendorong pembangunan pusat data, industri semikonduktor, dan infrastruktur energi. Namun, dalam jangka panjang, dampak ekonominya diperkirakan lebih besar berasal dari investasi pada perangkat lunak, data, penelitian, pengembangan, dan transformasi model bisnis perusahaan.

Kategori perangkat lunak dan basis data menjadi aset tak berwujud dengan pertumbuhan tercepat sepanjang 2013–2023, yakni 7,3 persen per tahun, melampaui modal organisasi (4,9 persen) dan investasi merek (4,4 persen).

Di sisi lain, WIPO juga mencatat investasi merek global mencapai sekitar 1,4 triliun dollar AS pada 2025. AS memimpin dengan nilai lebih dari 566 miliar dollar AS, jauh di atas Inggris (137 miliar dollar AS) dan Jepang (112 miliar dollar AS).

Temuan tersebut memperlihatkan AI tidak lagi hanya menjadi penggerak inovasi teknologi, tetapi juga mengubah arah investasi global. Tantangan berikutnya adalah memastikan lonjakan investasi digital tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di berbagai negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Apple Kalah dalam Gugatan A...
Luar Negeri
AS Putus Seluruh Hubungan D...
Luar Negeri
NATO Dukung Serangan Baru A...
Luar Negeri
Pemanasan Laut Ancam Pasifi...
Nasional
Pemerintah Perlu Jaga Konsu...
Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.