Kiprah Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Berakhir, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat Tinggalkan Warisan Bersejarah
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 07:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK – Perjalanan tiga tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat sama-sama tersingkir di babak 16 besar. Meski gagal melangkah lebih jauh, ketiganya tetap meninggalkan catatan bersejarah sekaligus menunjukkan lahirnya generasi baru yang diproyeksikan menjadi tulang punggung masing-masing tim menuju Piala Dunia 2030.
Ketiga negara tidak hanya menikmati keuntungan tampil di hadapan publik sendiri, tetapi juga berhasil mencatat sejumlah pencapaian yang belum pernah mereka raih dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Kanada Cetak Sejarah Baru
Kanada menikmati salah satu penampilan terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang Piala Dunia. Pada partisipasi ketiga sekaligus edisi pertama sebagai tuan rumah, The Canucks berhasil mengukir sejumlah rekor penting.
Mereka meraih poin pertama di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina. Setelah itu, Kanada mencatat kemenangan perdana di turnamen ini dengan mengalahkan Qatar 6-0. Dalam laga tersebut, Jonathan David tampil gemilang dengan mencetak hattrick.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberhasilan itu membawa Kanada lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. Mereka bahkan berhasil meraih kemenangan perdana di babak gugur usai menundukkan Afrika Selatan 1-0.
Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah bek tengah berusia 20 tahun, Luc de Fougerolles. Pemain Fulham itu tampil sebagai starter dalam seluruh lima pertandingan Kanada dan memperlihatkan kedewasaan bermain, dominasi duel udara, serta kemampuan distribusi bola yang impresif.
Dengan fondasi pemain muda yang kuat, Kanada kini membidik gelar regional sebagai target berikutnya. Mereka terakhir kali mengangkat trofi pada Piala Emas Concacaf 2000 dan memiliki peluang besar mengakhiri penantian panjang tersebut sebelum Piala Dunia 2030.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meksiko Akhiri Kutukan 40 Tahun
Meksiko juga menorehkan sejarah dalam turnamen kali ini. El Tri mengawali kiprahnya dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga pembuka di Stadion Mexico City.
Secara keseluruhan, Meksiko mencatat empat kemenangan, terbanyak sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Tim asuhan Javier Aguirre juga membukukan empat clean sheet serta mengakhiri kutukan selama 40 tahun di fase gugur setelah mengalahkan Ekuador 2-0 pada babak 32 besar.
Bintang baru Meksiko muncul melalui gelandang berusia 17 tahun, Rodrigo Mora. Meski masih sangat muda, Mora tampil matang di lini tengah dan menjadi motor permainan El Tri.
Dalam laga melawan Inggris di babak 16 besar, Mora memperlihatkan keberanian luar biasa. Ia terus meminta bola, berani menggiring melewati lawan, serta menunjukkan visi bermain yang mengesankan saat menghadapi salah satu tim terbaik dunia.
Selain Mora, Meksiko juga memiliki deretan talenta muda menjanjikan seperti Obed Vargas, Brian Gutierrez, Mateo Chavez, serta Armando Gonzalez. Seluruh pemain berusia di bawah 23 tahun itu diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional pada siklus berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!