Pengelolaan Sampah Jadi Energi Dimulai dari Kebiasaan Memilah Sampah.
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 10:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMenteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi kunci agar pengelolaan sampah, termasuk pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), berjalan efektif.
Ia mengatakan teknologi pengolahan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Pilah sampah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika sampah dipilah sejak dari rumah, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang maupun diolah menjadi energi,” kata Zulhas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.
Hal tersebut dikemukakan Menko saat memimpin Deklarasi Gerakan Pilah Sampah se-Bali dalam Apel Siaga Pilah Sampah Bali di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Bali, Selasa (7/7).
Gerakan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).
Sebaiknya Anda baca juga:
Zulhas menyebut pemilahan sampah dari sumber menjadi fondasi penting dalam memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, termasuk untuk mendukung pengembangan PSEL di Bali.
Menurut zulhas, pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah di Bali, termasuk penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung dan pengembangan fasilitas PSEL.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya mencatat volume sampah di provinsi itu mencapai sekitar 3.400 ton per hari, dengan penyumbang terbesar berasal dari Kota Denpasar sekitar 1.000 ton per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah menargetkan fasilitas PSEL Denpasar Raya yang memiliki kapasitas pengolahan hingga sekitar 1.200 ton sampah per hari beroperasi pada 2027 sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus dapat menghasilkan energi.
Zulhas menekankan keberhasilan pemanfaatan infrastruktur pengolahan sampah ditopang oleh partisipasi aktif masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
“Inilah kunci agar pengelolaan sampah berjalan efektif,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang telah memiliki Peraturan Gubernur untuk mendorong pemilahan sampah dari sumber.
Namun, Zulhas menilai pelaksanaan kebijakan tersebut tetap membutuhkan pengawasan dan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat dapat menjalankan pemilahan sampah secara konsisten.
Kegiatan apel siaga tersebut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup serta para bupati dan wali kota daerah Bali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!