Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petugas Lapas Bitung Gagalkan Penyelundupan 240 Butir Obat Keras Trihexyphenidyl.

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 09:51 WIB | Oleh:
Petugas Lapas Bitung Gagalkan Penyelundupan 240 Butir Obat Keras Trihexyphenidyl. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Lapas Kelas IIB Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) mengekspos 240 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl (Trihex) yang digagalkan saat pemeriksaan rutin di area portir bersama tiga pelaku.

Petugas Lapas Kelas IIB Bitung, Sulawesi Utara, menggagalkan upaya penyelundupan 240 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl yang diduga akan dibawa masuk ke dalam lapas saat pemeriksaan rutin.

Kepala Lapas Kelas IIB Bitung Heddry Yadi di Manado, Rabu, mengatakan upaya penyelundupan tersebut digagalkan berkat kejelian petugas pengamanan saat melakukan pemeriksaan rutin di area portir pada Selasa (7/7).

Dari pemeriksaan sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas menemukan 240 butir Trihexyphenidyl yang diduga akan diselundupkan ke dalam lapas sebelum barang tersebut memasuki area pengamanan.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa seluruh petugas tetap siaga dan konsisten menjalankan tugas sesuai prosedur. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi upaya penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam lapas," kata Heddry.

Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan serta mendukung pemberantasan peredaran narkotika dan barang terlarang.

Barang bukti yang ditemukan langsung diamankan untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara Haposan Silalahi mengapresiasi keberhasilan petugas Lapas Bitung menggagalkan penyelundupan tersebut.

Ia mengatakan seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Sulawesi Utara terus diinstruksikan meningkatkan kewaspadaan, memperketat pengawasan, serta mengoptimalkan pemeriksaan terhadap setiap orang maupun barang yang masuk ke lapas dan rumah tahanan.

"Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk penyelundupan barang terlarang," ujarnya.

Haposan juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga warga binaan dan para pengunjung, agar tidak membawa ataupun menitipkan barang-barang yang dilarang masuk ke lapas maupun rumah tahanan.

"Masyarakat diharapkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta mendukung upaya pemberantasan peredaran barang terlarang demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar)," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Pemerintah lunasi utang obl...
Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Ekonomi
Kementerian ESDM menjamin s...
Ekonomi
Permintaan tabung oksigen d...
Megapolitan
Agro eduwisata tanaman kopi...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.