Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Utamakan Disiplin Anggaran Ketimbang Ekspansi Belanja

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 01:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Berbagai Risiko

Di kesempatan lain, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Aloysius Gunadi Brata menilai proyeksi pelebaran defisit APBN 2026 merupakan sinyal yang perlu diwaspadai karena ruang fiskal pemerintah semakin menyempit.

Kenaikan defisit sekitar 0,2 persen terhadap PDB kata Aloysius tidak dapat dianggap sebagai perubahan yang kecil. “Kenaikan sekitar 0,2 persen PDB sangat kritikal dalam persoalan beban defisit fiskal,” kata Aloysius.

Ia mengingatkan proyeksi tersebut disusun ketika tahun anggaran masih menyisakan sekitar lima hingga enam bulan, sehingga masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi menambah tekanan terhadap APBN hingga akhir tahun.

“Baru awal Juli proyeksi defisit sudah membesar, sementara masih ada lima sampai enam bulan lagi. Sangat mungkin defisit terus melebar bahkan melampaui 3 persen terhadap PDB,” kata Aloysius.

Salah satu faktor yang perlu diantisipasi adalah meningkatnya kebutuhan belanja pemerintah apabila dampak fenomena El Niño lebih kuat dari perkiraan. Menurutnya, gangguan terhadap produksi pangan dapat memaksa pemerintah mengeluarkan tambahan anggaran untuk menjaga stabilitas harga maupun ketahanan pangan nasional.

Selain itu, masih ada kewajiban Pemerintah yang belum dibayarkan juga berpotensi memperbesar tekanan fiskal. “Pengeluaran-pengeluaran yang belum dibayarkan pemerintah, termasuk keluhan sejumlah daerah yang mulai kesulitan membayar gaji pegawai, pada akhirnya juga akan menambah beban defisit APBN,” katanya.

Pemerintah imbau Aloysius perlu menyampaikan kondisi fiskal secara terbuka agar pelaku usaha, investor, dan pemerintah daerah dapat mengantisipasi berbagai konsekuensi dari pelebaran defisit. Transparansi menjadi penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan fiskal sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.