Pakar: El Nino Tahun Ini Mungkin yang Paling Buruk
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPARIS – Fenomena cuaca El Nino saat ini diperkirakan akan memecahkan rekor kekuatan keseluruhannya, kata seorang pakar terkemuka pada hari Selasa (7/7), ketika sejumlah wilayah-wilayah menghadapi risiko kekeringan, banjir, dan dampak ekstrem lainnya yang terkait dengan peristiwa tersebut.
Kemunculan fenomena El Nino telah menghangatkan suhu permukaan di Samudra Pasifik khatulistiwa tengah dan timur, membawa perubahan pola angin, tekanan, dan curah hujan di seluruh dunia.
Biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan, fenomena ini dapat menyebabkan kekeringan di beberapa belahan dunia dan banjir di belahan dunia lain.
“El Nino tahun ini tidak seperti apapun yang terlihat selama lebih dari tiga dekade melacak fenomena tersebut, dengan model prakiraan yang menunjukkan peristiwa ekstrem," kata Tim Stockdale, pakar El Nino di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF), sebuah organisasi antar pemerintah.
"Saya pikir benar sekali jika kita mengatakan bahwa kita belum pernah memiliki perkiraan El Nino yang begitu kuat dan konsisten di seluruh model perkiraan," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Stockdale menambahkan akan menjadi kejutan yang sangat, sangat besar jika peristiwa tersebut gagal menjadi pemecah rekor.
Meskipun El Nino biasanya mencapai puncaknya antara bulan November dan Februari, lonjakan suhu yang diakibatkannya biasanya terjadi kemudian. Dikombinasikan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, El Nino terakhir berkontribusi menjadikan tahun 2023 sebagai tahun terpanas kedua yang pernah tercatat dan tahun 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang masa.
Bulan lalu, badan cuaca AS menyatakan bahwa El Nino telah berkembang dan akan meningkat menjadi kekuatan bersejarah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekan lalu, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan El Nino akan dengan cepat berkembang menjadi peristiwa yang kuat antara Juli dan September.
Badan-badan bantuan pangan PBB bulan lalu meminta dana untuk memberlakukan langkah-langkah pencegahan terhadap El Nino.
Di India, pejabat pertanian mengatakan mereka akan menyiapkan rencana darurat untuk membantu petani mengatasi potensi curah hujan rendah yang terkait dengan fenomena tersebut.
Banyak wilayah di Asia mengalami kondisi yang lebih kering dari rata-rata dan kekeringan selama tahun-tahun El Nino. El Nino juga meningkatkan kemungkinan kekeringan, gelombang panas, dan kebakaran hutan di Australia karena kondisi yang lebih hangat dari rata-rata mencengkeram benua itu. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!