Indeks Harga Beras Tetap Terkendali, Mampukah Stabilitas Ini Bertahan?
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kita syukuri bahwa beras tak lagi menjadi penyumbang utama (inflasi) 2 tahun terakhir. Kami meminta kepada seluruh gubernur, bupati, wali kota seluruh Indonesia, kita aktifkan pasar murah. Beras, ayam, telur. BUMN seperti Bulog membantu dan juga ID FOOD dengan pasar murah supaya menjadi offtaker pangan petani kita," seru Amran.
Adapun berkat masifnya program intervensi pangan hasil kolaborasi pemerintah, BPS melaporkan kestabilan pada indeks inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) yang didominasi oleh perkembangan harga pangan. Inflasi komponen ini dapat disebut pula sebagai inflasi pangan.
Inflasi pangan Year-to-date (Y-t-D) sudah distabilkan dengan signifikan. Pada Januari-Juni 2026 tingkat inflasi pangan Y-t-D berada di 1,61 persen. Ini menurun 0,54 persen dibandingkan inflasi pangan Y-t-D sampai Juni 2025 yang kala itu tercatat berada di 2,15 persen.
Dengan adanya koreksi tingkat inflasi pangan Y-t-D pada paruh pertama di tahun 2026 ini menandakan kondisi harga pangan yang semakin stabil dan membaik dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, inflasi pangan secara tahunan sampai Juni 2026 diumumkan BPS menurun 0,66 persen dari 6,24 persen di Mei 2026 menjadi 5,58 persen di Juni 2026. Indeks tersebut sudah semakin mendekati target inflasi pangan tahunan yang dipatok pemerintah di rentang 3 sampai 5 persen.
Untuk inflasi pangan secara bulanan juga menurun 0,08 persen dari 0,22 persen pada Mei 2026 menjadi 0,14 persen pada Juni 2026. Komoditas pangan yang memberikan andil antara lain bawang merah, bawang putih, dan beras. Ada pula komoditas cabai merah, daging ayam ras, dan cabai rawit yang memberikan andil terhadap inflasi pangan secara tahunan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!