Hebat! Satelit NEO Karya Peneliti Indonesia Siap DIluncurkan BRIN pada 1 Januari 2027, TKDN 65 Persen
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 17:18 WIB | Oleh: Opik"Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang tidak dimiliki banyak negara yaitu posisi geografis di sekitar garis khatulistiwa. Keunggulan ini yang memberikan efisensi peluncuran (ke luar angkasa) yang lebih tinggi sehingga menjadikan Indonesia memiliki potensi strategis sebagai salah satu pusat kegiatan peluncuran satelit di kawasan," kata Satria dalam perayaan 50 tahun satelit Indonesia di Jakarta, Rabu.
Secara lebih detail, dalam RPJPN dijelaskan bahwa ada tiga dimensi yang diperhatikan pemerintah dari pengembangan industri antariksa yaitu space economy, space sustainability, dan space defense.
Menurutnya ketiga dimensi ini menentukan daya saing bangsa di industri antariksa di masa mendatang.
Adapun dari dimensi space economy, Indonesia berpandangan agar pertumbuhan industri antariksa harus dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru melalui manufaktur satelit, peluncuran aplikasi berbasis data antariksa, dan berbagai layanan hilir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi space sustainability, pemerintah memandang bahwa ruang angkasa harus dijaga keberlanjutannya mengingat saat ini secara global tren peluncuran satelit tengah meningkat dan tidak sedikit menyisakan sampah-sampah di antariksa (debris).
Terakhir, space defense dimensi ini menjadi bagian penting karena negara menilai penguasaan teknologi serta aset strategis di ruang angkasa perlu memperkuat ketahanan dan keamanan nasional.
Ketiga dimensi ini sebenarnya bisa dijawab dan diakomodasi oleh Indonesia berkat posisi geografis negara kepulauan yang dekat garis khatulistiwa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Posisi ini membuat Indonesia memiliki letak yang lebih strategis untuk mengorbitkan teknologi ruang angkasa seperti satelit, bahkan menciptakan peluang-peluang ekonomi baru apabila mampu mengakomodasi kebutuhan industri antariksa tersebut.
"Keunggulan geografis ini harus kita transformasikan menjadi keunggulan teknologi, keunggulan ekonomi, dan keunggulan geopolitik," kata Satria.
Maka dari itu, BRIN berkomitmen untuk memanfaatkan keunggulan Indonesia ini agar bisa memberikan manfaat baru bagi kemajuan bangsa.
Tidak hanya dengan riset, tapi juga berupaya mendorong tumbuhnya inovasi lain seperti mendukung pertumbuhan talenta di sektor antariksa yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"BRIN tidak hanya membangun kapasitas riset, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem industri antariksa nasional yang mampu menciptakan investasi, lapangan kerja berketerampilan tinggi, meningkatkan daya saing industri nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi antariksa global," kata Satria. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!