Trofi Piala Dunia Tetap Jadi Mimpi yang Tak Pernah Diraih Ronaldo, Akhiri Perjalanan dengan Air Mata
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 08:57 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraARLINGTON – Hampir semua pencapaian terbesar dalam dunia sepak bola telah ditaklukkan Cristiano Ronaldo. Ia memecahkan rekor demi rekor, meraih gelar bersama klub-klub elite Eropa, serta mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Namun ada satu trofi yang tetap tak pernah berhasil ia genggam: Piala Dunia.
Mimpi itu resmi berakhir pada hari Selasa (7/7) dini hari WIB ketika Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spain national football team. Kekalahan tersebut sekaligus menutup perjalanan Ronaldo di turnamen sepak bola terbesar dunia untuk terakhir kalinya.
Penyerang berusia 41 tahun itu meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca. Sehari sebelumnya, ia telah mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut.
Ironisnya, akhir perjalanan Ronaldo ditentukan oleh gol telat Mikel Merino pada menit ke-91 yang membawa Spanyol meraih kemenangan di Arlington.
Sejak menjalani debut di Piala Dunia 2006 pada usia 21 tahun, Ronaldo selalu menjadi tumpuan harapan Portugal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia tampil dalam enam edisi Piala Dunia, mencatat 27 pertandingan dan mencetak 11 gol, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi luar biasa selama dua dekade.
Golnya di fase gugur baru hadir pada edisi 2026, saat membantu Portugal menyingkirkan Kroasia di babak 32 besar. Gol itu sempat menghidupkan kembali harapan bahwa sang kapten akhirnya bisa mengangkat trofi yang selama ini selalu luput dari genggamannya.
Namun kenyataan kembali berkata lain. Prestasi terbaik Ronaldo di Piala Dunia tetap terjadi pada 2006, ketika Portugal melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Prancis. Salah satu momen paling dikenang adalah saat ia sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan atas Inggris di babak perempat final.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat itu, banyak yang meyakini Ronaldo akan membawa Portugal menjadi juara dunia di masa depan. Namun harapan tersebut tak pernah benar-benar menjadi kenyataan.
Seiring munculnya generasi baru pemain Portugal, perdebatan mengenai peran Ronaldo semakin mengemuka. Banyak yang mempertanyakan apakah ia masih layak menjadi starter.
Meski demikian, pelatih Roberto Martinez tetap memberikan kepercayaan penuh kepadanya.
Menghadapi Spanyol, Ronaldo bermain penuh selama 90 menit dan melepaskan tiga percobaan ke gawang, tetapi gagal menciptakan peluang yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Martinez menegaskan bahwa Ronaldo tetap memberikan teladan luar biasa sebagai kapten.
"Kami akan selalu berterima kasih atas semua yang ia coba lakukan di Piala Dunia ini. Mimpi kami adalah menjadi juara dunia dan ia memperjuangkannya dengan memberikan contoh kepemimpinan yang luar biasa."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!