Sebut Muslimat NU Mitra Utama Lapangan, Gubernur Pramono Resmikan Sekretariat Baru
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Gedung Sekretariat Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Kayu Manis I Baru, Jakarta Timur, pada Selasa (7/7). Peresmian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Muslimat NU dalam meningkatkan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif di Jakarta.
Mengusung tema "Menguatkan Khidmah Muslimat NU dalam Mewujudkan Perempuan Berdaya, Keluarga Maslahah, dan Masyarakat Sejahtera", gedung sekretariat baru diharapkan menjadi pusat aktivitas organisasi dalam melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Kehadirannya juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga berbagai elemen masyarakat.
Pramono mengatakan, peresmian gedung tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru bagi organisasi. Menurutnya, keberadaan sekretariat juga menjadi simbol dimulainya penguatan peran Muslimat NU dalam menjalankan amanah pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara melalui berbagai kegiatan yang berdampak luas.
"Ini menandai babak baru penguatan peran organisasi dalam mengemban amanah pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan pusat peradaban yang melahirkan gagasan, program, dan gerakan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat," ujar Pramono.
Ia berharap gedung tersebut mampu menjadi rumah pengabdian yang melahirkan inovasi sosial sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi antara Muslimat NU, pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang semakin inklusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya berharap Gedung Sekretariat PW Muslimat NU DKI Jakarta menjadi rumah pengabdian, pusat lahirnya inovasi sosial, sekaligus simpul kolaborasi yang memperkuat kontribusi perempuan Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berkeadaban, dan sejahtera," katanya.
Pramono menegaskan Muslimat NU selama ini menjadi salah satu mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesamaan visi antara organisasi tersebut dan pemerintah daerah dinilai menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program unggulan. Program tersebut meliputi Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi ratusan ribu pelajar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk mahasiswa, perluasan sekolah swasta gratis termasuk sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama, hingga program pemutihan ijazah bagi siswa yang terkendala biaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mendukung sektor pendidikan, Pramono juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata kader Muslimat NU dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Menurutnya, organisasi tersebut aktif terlibat dalam Dasawisma, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Juru Pemantau Jentik (Jumantik), serta berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.
"Tanpa disadari, Muslimat menjadi salah satu mitra utama Pemprov DKI Jakarta di lapangan. Perannya sangat besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tertata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Muslimat NU turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Salah satunya ditunjukkan melalui penurunan jumlah rukun warga (RW) yang masuk kategori kawasan kumuh dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kelembagaan Muslimat NU agar mampu memperluas manfaat bagi masyarakat. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan berbagai program sosial yang telah berjalan di tengah masyarakat.
Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, Pramono menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan kota. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan karakter, solidaritas sosial, serta kehidupan masyarakat yang rukun dan sejahtera.
"Saya berharap ikatan moral dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat semakin kuat," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!