Film “Bandit” Raih Penghargaan Tertinggi di Festival Film AS
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 18:52 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Film aksi-thriller Indonesia, Bandit, menorehkan prestasi di kancah internasional setelah meraih Grand Jury Prize: Best Narrative Feature. Penghargaan tersebut diterima di ajang Dances With Films (DWF): LA 2026.
Film garapan sutradara Brian L Tan itu berhasil mengungguli 279 film dari berbagai kategori yang berkompetisi di festival film independen tersebut. Penghargaan diumumkan pada malam puncak DWF: LA 2026 di TCL Chinese Theatre, Hollywood, Los Angeles, pada 28 Juni 2026.
Sebelum membawa pulang penghargaan, Bandit menjalani pemutaran perdana dunia pada 26 Juni 2026. Penayangannya mendapat sambutan positif dari penonton, diaspora kreatif Indonesia, serta perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles.
Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo A Chandra, menyebut penghargaan tersebut sebagai catatan penting bagi industri kreatif Indonesia. Menurut dia, keberhasilan Bandit menunjukkan kualitas dan profesionalisme insan perfilman Indonesia yang semakin diakui di tingkat internasional.
"Raihan penghargaan tertinggi untuk film Bandit di festival film independen terkemuka di Amerika Serikat merupakan catatan sejarah yang penting bagi industri kreatif Indonesia," ujar Purnomo, dalam keterangan resmi KJRI Los Angeles.
Sebaiknya Anda baca juga:
Film Bandit diproduksi oleh Adaptif Films bersama Viking Sunset Studios Bali. Sebelum tampil di DWF: LA 2026, film ini juga telah diputar di JAFF 2025 dan Bali Nale 2026.
Film tersebut mengisahkan Gatra, seorang pria yang kembali terlibat dalam dunia kriminal demi menyelamatkan istrinya yang sedang hamil. Namun, aksi pencurian mobil yang dilakukannya justru menyeretnya ke dalam pusaran kekerasan, misteri, dan perburuan yang mengancam nyawanya.
Gatra bersama Tiar, mantan rekannya mencuri sebuah mobil Mercedes-Benz G-Wagon untuk mendapatkan uang dengan cepat. Tanpa mereka sadari, mobil itu menyimpan sesosok mayat di bagasi yang kemudian memicu rangkaian konflik berbahaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Film bergenre neo-noir action thriller itu dibintangi Wafda Saifan, Roy Sungkono, Claresta Taufan, Rifnu Wikana, Bukie B. Mansyur, dan lainnya. Keberhasilan tersebut semakin memperkuat kiprah film Indonesia di festival internasional sekaligus membuka peluang lebih besar di pasar global. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!