Sejak Garrincha 1962, Baru Kali Ini Kartu Merah di Piala Dunia Tak Berujung Skorsing
📅 Senin, 06 Jul 2026, 20:52 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKeputusan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Royal Belgian Football Association (RBFA) menyatakan sedang mempelajari langkah hukum karena menilai FIFA mengabaikan aturan kompetisinya sendiri.
Menurut RBFA, Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA, Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia 2026, serta FIFA World Cup 2026 Circular No. 16 secara tegas menyebut pemain yang menerima kartu merah harus menjalani skorsing otomatis pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, UEFA menyebut keputusan FIFA telah "melewati garis merah". "Kami menyatakan ketidakpercayaan atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan tidak dapat dibenarkan."
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, juga mempertanyakan independensi badan sepak bola dunia tersebut. "Kartu merah tidak dibatalkan karena panggilan telepon politik. Kartu merah dibatalkan berdasarkan aturan, bukti, dan keputusan badan independen."
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontroversi ini tidak hanya menyangkut nasib Balogun, tetapi juga menyentuh kredibilitas sistem disiplin FIFA.
Pelatih Norwegia Stale Solbakken mempertanyakan bagaimana FIFA akan menangani kasus serupa pada masa mendatang, sementara pelatih Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan dasar hukum yang digunakan untuk menangguhkan hukuman setelah keputusan VAR telah disahkan.
Dengan demikian, keputusan terhadap Balogun kini bukan sekadar menjadi kontroversi terbesar di Piala Dunia 2026, tetapi juga tercatat sebagai kasus pertama sejak Garrincha pada 1962 yang membuat pemain penerima kartu merah tetap dapat tampil pada laga berikutnya di putaran final Piala Dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!