Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejak Garrincha 1962, Baru Kali Ini Kartu Merah di Piala Dunia Tak Berujung Skorsing

8 Senin, 06 Jul 2026, 20:52 WIB | Oleh:
Sejak Garrincha 1962, Baru Kali Ini Kartu Merah di Piala Dunia Tak Berujung Skorsing Sejak Garrincha 1962, Baru Kali Ini Kartu Merah di Piala Dunia Tak Berujung Skorsing Doc: FIFA
Ket. Folarin Balogun.

NEW YORK – Piala Dunia 2026 kembali diguncang kontroversi besar. Untuk pertama kalinya dalam 64 tahun, seorang pemain yang menerima kartu merah di putaran final Piala Dunia dipastikan tetap bisa tampil pada pertandingan berikutnya setelah hukuman skorsingnya ditangguhkan.

Kasus itu menimpa penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. FIFA memutuskan menangguhkan pelaksanaan hukuman larangan satu pertandingan terhadap Balogun, sehingga ia tetap dapat memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar, meski sebelumnya diganjar kartu merah saat melawan Bosnia-Herzegovina.

Keputusan tersebut langsung memicu badai kritik. Banyak pihak menilai FIFA telah menciptakan preseden berbahaya karena keputusan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino dan meminta agar insiden tersebut ditinjau ulang.

Yang membuat kontroversi semakin besar adalah fakta bahwa kejadian serupa belum pernah terjadi lagi sejak Piala Dunia 1962 di Cile.

Satu-satunya kasus yang dapat dibandingkan dengan Balogun terjadi pada Piala Dunia 1962 ketika legenda Brasil, Garrincha, diusir keluar lapangan saat semifinal melawan tuan rumah Cile.

Namun situasinya berbeda. Pada masa itu, pemain yang menerima kartu merah belum otomatis menjalani skorsing. Keputusan sepenuhnya berada di tangan komisi disiplin FIFA.

Panel disiplin akhirnya hanya memberikan peringatan kepada Garrincha sehingga ia tetap diizinkan tampil pada partai final. Brasil kemudian mengalahkan Cekoslowakia 3-1 dan mempertahankan gelar juara dunia.

Berbeda dengan era sekarang, regulasi Piala Dunia modern mengatur bahwa setiap pemain yang menerima kartu merah otomatis dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Karena itu, keputusan FIFA terhadap Balogun dianggap sebagai langkah yang belum pernah terjadi pada era sepak bola modern.

Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar.

Wasit mengeluarkan kartu merah setelah meninjau tayangan VAR dan menilai Balogun menginjak pergelangan kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menilai keputusan tersebut terlalu berat. Balogun sendiri mengaku hukuman kartu kuning akan lebih adil.

Tak lama kemudian, Trump dilaporkan menghubungi Infantino dan meminta FIFA meninjau ulang hukuman tersebut.

FIFA kemudian menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memungkinkan badan yudisial menangguhkan pelaksanaan suatu hukuman selama masa percobaan antara satu hingga empat tahun. Dengan mekanisme itu, kartu merah Balogun tetap berlaku, tetapi larangan bermainnya tidak dijalankan sehingga ia tetap bisa tampil melawan Belgia.

Keputusan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Royal Belgian Football Association (RBFA) menyatakan sedang mempelajari langkah hukum karena menilai FIFA mengabaikan aturan kompetisinya sendiri.

Menurut RBFA, Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA, Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia 2026, serta FIFA World Cup 2026 Circular No. 16 secara tegas menyebut pemain yang menerima kartu merah harus menjalani skorsing otomatis pada pertandingan berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog Bandung Jamin S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.