Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNN dan Russia Perkuat Pengawasan Jaringan Narkotika di Bali

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNN dan Russia Perkuat Pengawasan Jaringan Narkotika di Bali Doc: BNN RI
Ket. Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) bersama dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Federasi Russia Igor Zubov (kiri) dalam pertemuan di Moskow, Russia, Senin (22/6/2026).

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia menyepakati penguatan kerja sama pemberantasan narkotika periode 2026–2027 dengan fokus pada pengawasan jaringan narkotika lintas negara, khususnya di wilayah rawan seperti Bali.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan kedua negara memandang peredaran narkotika sebagai kejahatan transnasional yang memerlukan penanganan bersama.

"Kerja sama Indonesia-Rusia ini diharapkan mampu memutus rantai pasok, menutup ruang gerak jaringan internasional, serta memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika, khususnya di kawasan destinasi wisata seperti Bali," kata Suyudi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, salah satu fokus kerja sama adalah memperketat pengawasan di wilayah rawan melalui peningkatan pertukaran data intelijen secara waktu nyata (real time) serta penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan otoritas keimigrasian.

Kerja sama tersebut juga dilatarbelakangi pengungkapan laboratorium mefedron pertama di Indonesia yang melibatkan warga negara Rusia.

Suyudi menegaskan tindakan tegas, termasuk deportasi, akan diterapkan terhadap warga negara asing yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang forensik digital, investigasi siber, dan pelacakan transaksi aset kripto yang kerap dimanfaatkan untuk pencucian uang hasil kejahatan narkotika.

Indonesia dan Rusia juga berkomitmen meningkatkan pertukaran informasi mengenai peredaran zat psikoaktif baru (new psychoactive substances/NPS), termasuk yang disamarkan dalam rokok elektronik.

Menurut Suyudi, upaya penegakan hukum akan diimbangi dengan penguatan program edukasi dan pencegahan di masyarakat.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral BNN RI dengan Federasi Rusia pada 22–23 Juni 2026 di Moskow.

Dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia diterima Wakil Menteri Dalam Negeri Federasi Rusia Igor Zubov dan Kepala Direktorat Utama Pengendalian Narkotika Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia Ivan Valentinovich Gorbunov.

Rangkaian agenda ditutup dengan kunjungan ke fasilitas Safe City System dan pusat laboratorium Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia untuk mempelajari sistem pengawasan serta teknologi forensik yang digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.