Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Xi Jinping Sebut Taiwan Bisa Jadi Pemicu Benturan Tiongkok dan AS

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Xi Jinping Sebut Taiwan Bisa Jadi Pemicu Benturan Tiongkok dan AS Doc: Antara
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan upacara penyambutan bagi Presiden AS Donald Trump, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, di luar Balai Agung Rakyat sebelum pembicaraan mereka di Beijing, ibu kota Tiongkok, Kamis (14/5).

Istanbul – Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa hubungan kedua negara berpotensi mengalami benturan bahkan konflik apabila isu Taiwan tidak ditangani secara tepat.

Kantor berita Xinhua pada Kamis (14/5) melaporkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Xi kepada Presiden AS Donald Trump saat jamuan di Balai Agung Rakyat, Beijing.

“Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Jika tidak, kedua negara akan mengalami benturan bahkan konflik yang membahayakan seluruh hubungan,” kata Xi.

Xi menyebut Taiwan sebagai “isu terpenting dalam hubungan Tiongkok-AS” dan menegaskan bahwa perdamaian di Selat Taiwan tidak dapat berjalan seiring dengan kemerdekaan Taiwan.

Menurutnya, menjaga stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan merupakan kepentingan bersama terbesar bagi kedua negara.

Selain membahas Taiwan, kedua pemimpin juga membicarakan konflik di Timur Tengah, perdagangan, dan kebijakan tarif antara kedua negara.

Sebelumnya pada Senin, Trump menyatakan akan membahas dukungan Amerika Serikat terhadap pertahanan Taiwan bersama Xi Jinping.

Laporan The New York Times menyebutkan sejumlah senator bipartisan AS mendesak Trump melanjutkan paket bantuan senjata senilai 14 miliar dolar AS untuk Taiwan yang masih tertunda di Departemen Luar Negeri AS.

Sebagai pemasok utama persenjataan Taiwan, Amerika Serikat sebelumnya telah menyetujui penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS pada tahun lalu. Kebijakan tersebut memicu protes keras dari Beijing.

Tiongkok menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taiwan mempertahankan posisinya sebagai pemerintahan independen sejak 1949.

Meski ketegangan masih membayangi, Tiongkok dan AS disebut sepakat membangun hubungan yang lebih konstruktif dan stabil.

“Bersama Presiden Trump, kami sepakat membentuk hubungan yang konstruktif, strategis, dan stabil antara Tiongkok dan AS sebagai upaya baru untuk meningkatkan hubungan kedua negara,” kata Xi Jinping seperti dikutip Xinhua.

Xi juga menekankan pentingnya pemanfaatan saluran komunikasi antara militer kedua negara secara lebih efektif guna mengurangi risiko ketegangan.

Selain itu, ia mendorong perluasan kerja sama di berbagai bidang seperti perdagangan, kesehatan, pertanian, pariwisata, hingga penegakan hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.