Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memperkuat Kompetensi Pemandu Pendakian di Gunung

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperkuat Kompetensi Pemandu Pendakian di Gunung Doc: Antara

Jakarta, - Dewan Pakar Bidang Pariwisata dari BA Center Taufan Rahmadi meminta pemerintah untuk memperkuat kompetensi para pemandu yang bekerja di jalur pendakian yang ada di gunung-gunung Indonesia.

"Menurut saya, kapasitas pemandu pendakian memang harus diperkuat karena mereka adalah garda terdepan keselamatan wisatawan di lapangan," kata Taufan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Taufan mengatakan bahwa para pemandu tidak cukup hanya memahami jalur pendakian, tetapi juga harus memiliki kompetensi mitigasi bencana. Terutama terkait karakter gunung api aktif, pembacaan zona bahaya, dan prosedur evakuasi darurat.

Langkah tersebut menjadi bentuk mitigasi yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan wisatawan yang berkunjung di destinasi wisata itu.

Kemampuan berikutnya yang dia nilai perlu dikembangkan adalah respons darurat (emergency response). Pemandu diharapkan untuk mendapatkan pelatihan mengenai pertolongan pertama, survival dasar, komunikasi darurat, dan simulasi penyelamatan.

"Pemandu harus berani mengedepankan aspek keselamatan, termasuk menolak wisatawan yang melanggar SOP atau masuk ke zona berbahaya," ujar dia.

Menurutnya ke depan, Kementerian Pariwisata perlu memperkuat pelatihan berbasis safety tourism dan disaster awareness, sehingga standar keamanan destinasi wisata alam Indonesia semakin kuat dan profesional.

Dia mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi pada para pemandu dapat mendorong terciptanya aturan yang tegas dan dipatuhi oleh semua wisatawan.

Sebelumnya, dia menekankan bahwa proses evakuasi korban di Gunung Dukono, Maluku Utara menjadi pengingat akan pentingnya aspek keamanan dan keselamatan yang tidak boleh diabaikan oleh wisatawan ketika berwisata di gunung api.

"Di dalam industri pariwisata, keamanan itu menjadi hal yang utama. Safety first itu adalah sesuatu yang prioritas, tidak ada pengalaman wisata yang sebanding kehilangan nyawa," kata Taufan.

Gunung api menjadi salah satu jenis dari wisata alam ekstrem dengan risiko yang tidak boleh diremehkan oleh wisatawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

15 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.