Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Metode Inject Mempercepat Pemadaman Kebakaran di TPA Jatiwaringin

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 17:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Metode Inject Mempercepat Pemadaman Kebakaran di TPA Jatiwaringin Doc: Antara
Ket. Penggunaan ekskavator hingga helikopter water bombing untuk memadamkan api kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (3/7/2026).

Kabupaten Tangerang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penerapan metode inject atau dengan cara menyuntikkan air secara langsung ke dalam titik api di bawah permukaan area kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (3/7).

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan di Tangerang, mengatakan bahwa penerapan metode inject ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan kedaruratan kebakaran di TPA yang sudah berlangsung selama empat hari ini.

"Jadi sistem inject ini nanti, kami sudah sampaikan ke Kalaksa, kepala pemadam kebakaran, untuk dibuat pipa dan dilakukan di titik-titik api yang ada di TPA Jatiwaringin," terangnya.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan metode penyuntikan air ke titik api ini nantinya bakal dilakukan langsung oleh petugas gabungan baik itu Damkar hingga Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan yang saat ini telah diterjunkan sebanyak 30 personel.

"Termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan metode itu. Insyaa Allah dari siang tadi sudah mulai aksi," ucapnya.

Selain itu, dalam percepatan pemadaman kebakaran ini juga dilakukan pengoptimalan penyiraman air dari udara dengan menggunakan helikopter water bombing.

Dimana, saat ini dari ke dua helikopter jenis MI-8AMT terus dioperasikan dengan menggunakan kantung aor berkapasitas 4.000 liter untuk memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin tersebut.

"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat dari pagi, siang, malam," katanya.

Selanjutnya, pengerahan 18 unit armada pemadam kebakaran terus dilakukan untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh unit pembom air.

"Hari ke empat, kita sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 pemadam kebakaran," tambahnya.

Di sisi lain, Djohan menyebut, berdasarkan peninjauan saat ini sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin, mulai padam dan terkendali.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat sore sekitar pukul 16.24 WIB, petugas gabungan Damkar, Kemenhut, TNI/Polri masih berjibaku memadamkan sisa kebakaran tepatnya di sebelah utara TPA Jatiwaringin.

Namun demikian, hasil pengamatan ANTARA menunjukkan kepulan asap dan titik api di beberapa gunungan sampah masih menyala. Kemudian, dua unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana turut melakukan penyiraman titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Selain pemadaman, alat berat jenis excavator dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi melalui skema penyuntikan air.

Sementara, untuk akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin masih dijaga ketat oleh petugas guna membatasi lalu lintas pengendara dari luar area TPA. Petugas hanya membolehkan kendaraan operasional pemadam kebakaran, petugas medis, dan instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI Catat Pemesanan Tike...
Nasional
Kejagung: Sekretaris Deputi...

BNN Gerebek 3,37 Ton Narkoba di Gresik

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BNN Gerebek 3,37 Ton Narkob...
Daerah
KPK Sita Uang Ratusan Juta ...

Disney Tengah Garap Film “Moana 3”

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Disney Tengah Garap Film �...
Daerah
Profesor ITS Buat Material ...

25 Dosen UB Perkuat Pembangunan Kawasan Transmigrasi

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
25 Dosen UB Perkuat Pembang...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.