Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peternak Sapi Magetan Ubah Limbah Jadi Biogas Hemat Energi

25 Minggu, 10 Mei 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peternak Sapi Magetan Ubah Limbah Jadi Biogas Hemat Energi Peternak Sapi Magetan Ubah Limbah Jadi Biogas Hemat Energi Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kab Magetan
Ket. Peternak sapi perah di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jatim, Naryo beraktivitas di kandang sapi.

MAGETAN – Pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas merupakan solusi strategis yang menggabungkan pengelolaan limbah dengan penyediaan energi terbarukan.

Selain mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi gas rumah kaca, biogas juga dapat menekan biaya energi rumah tangga maupun usaha peternakan.

Pengolahan limbah ternak menjadi energi menunjukkan potensi ekonomi sirkular di sektor pertanian dan peternakan, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber energi dan nilai tambah yang berkelanjutan.

Peternak sapi perah di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi energi biogas atau bahan bakar pengganti LPG untuk memasak dan pupuk organik cair (bio-slurry).

Pemilik peternakan sapi perah, Naryo di Magetan, Sabtu (9/5), mengatakan, pengolahan limbah ternaknya merupakan hasil kerja sama Universitas PGRI Madiun serta Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan.

"Melalui kerja sama itu, dibangun instalasi digester biogas untuk menampung kotoran sapi dari kandang dan difermentasi. Dari situ gas yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Naryo menjelaskan, di peternakan yang terdapat 45 ekor sapi tersebut, kotoran yang dihasilkan setiap hari cukup melimpah dan sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

Kini, kotoran sapi tersebut diolah melalui instalasi biogas dengan kapasitas sekitar 7 meter kubik yang dikembangkan dengan pendampingan Universitas PGRI Madiun dan Dinas Peternakan setempat sejak kisaran September-Oktober 2025.

Dalam satu kali pengisian, instalasi biogasnya mampu menampung sekitar 500 kilogram kotoran sapi. Proses pengisian dilakukan dua kali dalam sepekan agar fermentasi berjalan optimal.

Dari sekitar 45 ekor sapi, setiap hari dihasilkan kotoran sekitar 20 kilogram per ekor. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk ditampung di digester dan diubah menjadi biogas untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

"Biogas ini bisa dipakai setiap saat. Saat ini sudah dimanfaatkan untuk empat rumah di sekitar kandang," jelasnya.

Pemanfaatan biogas tersebut terbukti mampu mengurangi penggunaan bahan bakar LPG, terutama untuk kebutuhan memasak dan merebus air. Meski begitu, dalam kondisi tertentu peternak masih menggunakan LPG untuk efisiensi waktu.

"Kalau untuk masak sehari-hari sudah sangat membantu, pemakaian LPG tabung menjadi jauh berkurang sehingga hemat," katanya.

Tidak hanya menghasilkan energi, limbah sisa dari proses biogas juga dimanfaatkan menjadi pupuk organik atau kompos. Ampas dari digester kemudian diolah digunakan untuk pupuk oleh petani sekitar.

"Pupuknya kita pakai sendiri dan juga untuk petani. Hasilnya bagus untuk memperbaiki unsur hara tanah," terangnya.

Naryo menilai sistem peternakan terintegrasi tersebut menjadi solusi berkelanjutan. Selain nol persen limbah, kegiatan itu juga meningkatkan nilai tambah dari limbah serta mendukung pertanian ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Daerah
Pelajar Buleleng Punya Tuga...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.