Pelajaran dari Perang Iran: Angkatan Udara AS Lebih Andalkan F-15EX, Bukan F-35
📅 Rabu, 01 Jul 2026, 00:07 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SF-15EX juga memiliki signifikansi industri. Dibangun oleh Boeing di St. Louis, Missouri, pesawat ini mendukung lini produksi dengan pengalaman puluhan tahun dalam pembuatan pesawat tempur. Sistem utamanya melibatkan jaringan industri pertahanan yang lebih luas, termasuk pemasok peperangan elektronik dan radar yang sangat penting bagi modernisasi kekuatan udara AS.
Bagi angkatan udara sekutu yang sudah mengoperasikan varian F-15, Eagle II menawarkan jalur yang familiar namun jauh lebih modern. Pesawat ini tidak mengharuskan pengabaian konsep F-15. Ia memperbarui konsep tersebut untuk lingkungan pertempuran yang ditandai oleh sensor, serangan elektronik, rudal jarak jauh, dan operasi jaringan gabungan.
Masa depan pesawat ini akan bergantung pada anggaran, tingkat produksi, dan rencana struktur kekuatan Angkatan Udara secara keseluruhan. Namun, kampanye Iran telah memperkuat argumen bahwa Angkatan Udara membutuhkan lebih dari sekadar armada kecil pesawat siluman. Mereka membutuhkan jumlah yang besar, ketahanan, dan pesawat tempur yang dapat ditingkatkan dengan cepat seiring dengan perkembangan ancaman.
F-15EX Eagle II bukanlah peninggalan masa lalu. Pesawat ini merupakan jembatan antara kekuatan udara yang telah terbukti di masa lalu dan peperangan berkapasitas tinggi yang terhubung jaringan di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perannya bukanlah untuk menggantikan pesawat tempur generasi kelima atau keenam. Perannya adalah untuk bertempur bersama mereka, membawa senjata, sensor, dan perangkat peperangan elektronik yang dibutuhkan untuk mempertahankan superioritas udara setelah gelombang pertama konflik. Dalam hal ini, signifikansi Eagle II tidak diukur dari gembar-gembornya, tetapi dari kegunaannya.
Bagi Angkatan Udara AS, pelajarannya jelas: memenangkan perang di masa depan akan membutuhkan kemampuan siluman, tetapi juga akan membutuhkan kapasitas. F-15EX dibangun untuk misi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!