Lalu Lintas di Selat Hormuz Meningkat, Perusahaan Pelayaran Tetap Hati-Hati
📅 Rabu, 01 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SJAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, pada Selasa (30/6), mengatakan Iran belum dapat menjual minyak kepada pembeli selain Tiongkok setelah dikeluarkannya pengecualian sanksi. Hal itu karena calon pembeli khawatir akan kemungkinan dampak negatif atas pembelian tersebut.
Sebelumnya, pada Kamis (25/6), Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Iran kini dapat menjual minyaknya kepada pembeli selain Tiongkok dan dapat menerima pembayaran dalam dollar AS setelah AS mengeluarkan pengecualian sanksi.
“Tidak ada negara lain selain Tiongkok yang memang sudah membeli saat sanksi masih berlaku, jadi minyak itu masih dijual dengan harga diskon ke Tiongkok. Sejauh ini, pihak Iran belum berhasil menjual minyak mereka karena para pembeli merasa agak ragu apakah sanksi akan diberlakukan kembali atau apakah mereka akan mendapat masalah dengan Departemen Keuangan,” kata Bessent kepada Fox News.
Situasi tu memberikan insentif bagi Iran untuk bernegosiasi dengan AS, ujar Bessent.
Sebelumnya, Senin (22/6), Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin umum untuk penjualan minyak mentah dan produk petrokimia Iran hingga 21 Agustus 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, AS juga mengaitkan pengecualian tersebut berkaitan dengan kemajuan yang dicapai dalam negosiasi dengan Iran di Swiss.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa Iran telah meminta pertemuan dengan AS, yang akan berlangsung pada Selasa (30/6), di Doha, Qatar.
“Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha,” kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, Senin (29/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, dilaporkan bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk membahas pelayaran di Selat Hormuz, dalam pertemuan tersebut.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah laporan media tentang rencana Teheran dan Washington untuk mengadakan pembicaraan teknis, dengan mengatakan bahwa tidak ada pertemuan kelompok kerja yang dijadwalkan minggu ini.
“Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan untuk minggu ini. Meskipun demikian, konsultasi dengan Qatar, termasuk mengenai pemenuhan kewajiban pihak lain berdasarkan memorandum terus berlanjut,” kata Gharibabadi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei, pada Selasa mengatakan Iran dan AS membuka jalur komunikasi politik setelah perundingan di resor Burgenstock, Swiss, meskipun kedua negara dipastikan belum memiliki jalur komunikasi antar militer.
“Pertama-tama, tidak ada jalur komunikasi militer. Ini adalah jalur komunikasi antara pihak-pihak politik dari kedua negara. Di pihak kami diwakili oleh Kementerian Luar Negeri, sedangkan di pihak Amerika Serikat diwakili oleh pejabat yang berwenang dari lembaga politik mereka,” kata Baghaei dalam konferensi pers.
Menurut Baghaei, pembukaan jalur komunikasi tersebut disepakati dalam perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Qatar dan Pakistan pada Minggu (21/6).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!