Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesta Kesenian Bali 2026: UMKM Kuliner Kantongi Transaksi Rp2,5 Miliar di Kloter Pertama

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Pesta Kesenian Bali 2026: UMKM Kuliner Kantongi Transaksi Rp2,5 Miliar di Kloter Pertama Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Pengunjung menikmati kuliner lokal di stan UMKM kloter kedua PKB 2026 di Denpasar, Selasa (30/6).

DENPASAR - Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Bali menerapkan sistem stan bergilir bagi pelaku UMKM kuliner pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 guna memperluas akses promosi dan mendongkrak ekonomi kerakyatan, Selasa (30/6).

"Kalau tahun lalu 52 pelaku UMKM kuliner berjualan penuh sebulan, sekarang 72 dibagi 36 pertama, sekarang masuk kloter kedua, jadi lebih banyak kesempatan dan lebih rapi tempat menikmati hidangannya karena lebih luas, potensi pembeli juga lebih banyak," kata Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Selasa.

Ia menyampaikan pada kloter pertama, sebanyak 36 UMKM kuliner berhasil membukukan transaksi mencapai Rp2.507.173.000.

Mereka berjualan sejak 13-27 Juni 2026, yang mana meskipun terbentur Hari Raya Galungan dan Kuningan, para pelaku usaha tetap bisa mengumpulkan transaksi hingga separuh capaian tahun 2025 lalu.

Untuk itu, Diskop UKM Bali berharap di kloter kedua, transaksi lebih banyak lagi sehingga manfaat PKB 2026 dapat dirasakan pelaku usaha mikro.

Selain menguntungkan lebih banyak UMKM kuliner dengan lapak gratis ini, Tri Arya memastikan pelaku usaha terkurasi sehingga tidak sembarang produk kuliner dapat dijual.

Pemprov Bali berkomitmen menonjolkan produk lokal dari daerah-daerah di Bali, karena itu sama seperti kloter pertama, 36 UMKM di kloter kedua juga menjual kuliner lokal dari kabupaten/kota se-Bali.

"Kami mengupayakan di setiap kloter ini memang ada makanan khas dari kabupaten/kota masing-masing, jadi yang diwakili itu adalah jenis makanannya, mungkin yang khas dari Tabanan sekarang ada entil, kemudian di Klungkung sekarang ada serombotan,” kata Tri Arya.

Sejauh ini, Diskop UKM Bali mencatat kuliner yang masih menjadi incaran pengunjung PKB 2026 adalah babi guling, minuman cendol daluman, dan jajanan seperti laklak dan jajan Bali.

Pemprov Bali berharap hingga 11 Juli mendatang pengunjung festival seni terbesar itu semakin meningkat, sehingga kuliner sebagai pendukung aktivitas pengunjung juga ikut terangkat.

"Tahun lalu Rp5 miliar, kalau bisa lebih dari itu kami bersyukur, tapi yang jelas para pedagang sudah pasti untung karena mereka tidak ada dikenakan biaya sewa, cuma biaya produksinya saja, saya sudah sempat tanya katanya mereka d​​i sini jauh lebih tinggi penjualannya," tuturnya.

Tri meminta pelaku UMKM yang sudah terpilih di PKB memanfaatkan kesempatan ini dengan berusaha yang baik, mengikuti aturan, dan menjual produk dengan harga sesuai sehingga masyarakat maupun wisatawan yang hadir bisa menikmati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Busyett…Angka Insentif Pa...

1,46 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

47 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
1,46 Juta Batang Rokok Ileg...
Daerah
Guru Bimbingan dan Konselin...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.