Polri Siapkan Skenario Pengamanan
📅 Senin, 01 Des 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
YOGYAKARTA- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan skenario pengamanan libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan dampak kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah di Tanah Air.
“Karena di bulan Desember-Januari itu ekstrem cuacanya. Tentunya nanti langkah-langkah ketika terjadi bencana, ketika terjadi banjir, itu ada langkah-langkah kontingensi cara bertindak yang sudah kita lakukan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di Back Office Smart Province, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (30/11).
Ia mengatakan skenario tersebut disiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi lapangan, termasuk kerusakan jalan akibat banjir dan longsor di beberapa daerah.
“Di Sumatra Barat ini juga ada longsor. Di Medan ini ada banjir, menuju ke Aceh. Langkah-langkah ini harus kita persiapkan secara kolaborasi untuk bisa bagaimana cara bertindak update pada saat itu. Tapi skenarionya itu sudah kita rumuskan,” ujar dia.
Agus menuturkan bahwa pengamanan angkutan Nataru akan diklasifikasikan dalam beberapa kategori, mulai dari jalan tol dan rest area, jalan arteri baik kabupaten maupun provinsi, hingga jalur alternatif menuju daerah wisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, teknis cara bertindak pada tiap kategori telah dirumuskan untuk menghadapi lonjakan arus lalu lintas maupun situasi darurat.
Kakorlantas menambahkan bahwa survei jalur hingga kini terus dilakukan untuk memperbarui data dan memastikan kesiapan seluruh simpul pengamanan menjelang momen libur panjang akhir tahun.
Cek Smart City
Sebaiknya Anda baca juga:
Kakorlantas juga menyempatkan untuk mengecek kesiapan Smart City Yogyakarta sebagai pusat kendali kamtibmas dan lalu lintas di wilayah setempat menjelang pengamanan Nataru. Agus menjelaskan bahwa Smart City Yogyakarta tidak sekadar berfungsi sebagai pusat pemantauan, tetapi juga telah terintegrasi dengan berbagai sistem digital. “Bukan hanya pekerjaan Smart City, tetapi sudah terintegrasi dengan K3I, bahkan terkoneksi dengan ETLE nasional, Dashboard PJR, dashcam, dan lain sebagainya,” kata dia.
Saat ini sistem Smart City tersebut telah tersambung dengan 400 kamera CCTV yang mengendalikan keamanan dan ketertiban masyarakat dan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di DIY.
Ia mengatakan, pergerakan arus kendaraan secara nasional diprediksi sebesar 2,9 juta kendaraan, baik yang mengarah ke Sumatera hingga Trans Jawa. Sementara arus balik diperkirakan mencapai 2,8 juta kendaraan hingga 4 Januari 2026.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan 3.333 unit sarana perkeretaapian di seluruh Indonesia tuntas dilakukan “ramp check”.
“Sebagai langkah preventif yang strategis, DJKA melalui Direktorat Sarana Perkeretaapian berhasil merealisasikan pemeriksaan kelaikan operasional (ramp check) terhadap 3.333 unit sarana perkeretaapian di seluruh Indonesia,” kata Pelaksana Tugas Direktur Sarana Perkeretaapian DJKA Kemenhub Jumardi dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
“Upaya ini adalah wujud kehadiran negara dalam memitigasi resiko sekecil apapun melalui penegakan regulasi keselamatan yang ketat,” ujar Jumardi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!