Tidur Bareng Hewan Peliharaan Bisa Tertular Penyakit dan Mengurangi Kualitas Tidur, Ini Kata Dokter Hewan
📅 Selasa, 30 Jun 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Newsweek
JAKARTA - Dokter Hewan dan Ahli Mikrobiologi di Sekolah Kedokteran Hewan Colodaro State University Dr. Josh Daniels mengatakan bahwa tidur bersama hewan peliharaan berisiko menularkan penyakit pada pemiliknya.
Dalam siaran Channel News Asia pada Senin (29/6) waktu setempat, Daniels menyampaikan hewan peliharaan dapat membuat kita terpapar berbagai jenis serangga dan kuman, seperti kutu, parasit, dan bakteri.
Kutu adalah serangga yang paling umum orang ketika berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan. Serangga itu dapat menularkan penyakit Lyme dan penyakit serius lainnya.
Menurutnya, pemilik harus lebih berhati-hati jika hewan peliharaan baru saja keluar dari tempat penampungan atau masih anak anjing atau kucing. Para pemilik perlu berhati-hati terhadap masalah kulit seperti kurap yang mudah menyebar melalui sentuhan.
Dia mencontohkan pada tahun 1991 ada seorang wanita berusia 81 tahun dirawat di rumah sakit di Finlandia karena demam dan tanda-tanda infeksi bakteri pada kulit di kakinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ilmuwan melaporkan bahwa dia menderita bisul di sela-sela jari kakinya, dan terinfeksi sejenis bakteri yang biasa ditemukan di mulut anjing dan kucing. Dia rutin tidur dengan kucingnya yang punya kebiasaan menjilati kaki dan jari kakinya.
Pada tahun 2000, seorang pria berusia 69 tahun yang tidur dengan anjingnya sebelum dan sesudah operasi pinggul dan mengalami infeksi di sekitar lokasi operasi.
Bakteri tersebut merupakan jenis yang ditemukan di mulut kucing dan anjing dan ditularkan melalui gigitan dan cakaran. Pemberian obat cacing secara rutin juga akan membunuh parasit usus yang umum dan berpotensi berbahaya, seperti cacing gelang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Profesor Emeritus di Fakultas Kedokteran Hewan California, Davis, Weill School of Veterinary Medicine, Bruno Chomel, ada juga laporan tentang pemilik anjing yang tertular wabah, yang dapat ditularkan melalui kutu, setelah tidur dengan hewan peliharaannya. Namun kasus seperti ini jarang terjadi dan kecuali pemiliknya rentan terhadap infeksi atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, risiko sakit karena tidur dengan hewan peliharaan umumnya rendah.
Sedangkan terkait dengan kualitas tidur, Asisten Profesor Psikologi Klinis di Mississippi State University Brittany Lancaster menyebut penelitian mengenai kedua hal itu masih terbatas. Meski menunjukkan bahwa tidur dengan hewan peliharaan dapat memperburuk kualitas tidur.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017, 40 pemilik anjing yang kebanyakan adalah wanita, memakai monitor aktivitas saat tidur selama tujuh malam.
Para peneliti menemukan bahwa ketika anjing berada di tempat tidur, para peserta tidur kurang efisien dibandingkan ketika anjing berada di dalam kamar tetapi tidak di tempat tidur.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang diganggu.
Dalam sebuah penelitian tahun 2020 terhadap 12 wanita yang tidur dengan anjingnya, para peneliti melihat bahwa anjing mengganggu tidur pemiliknya, namun peserta jarang melaporkan gangguan tersebut setelahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (2)
30 Jun 2026, 15:38 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas30 Jun 2026, 15:39 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!