Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belarus Minta RI Pasok CPO dan 120 Ribu Ton Kakao

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Belarus Minta RI Pasok CPO dan 120 Ribu Ton Kakao Doc: antara foto
Ket. Mentan Andi Amran Sulaiman dengan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Pemerintah Belarus meminta Indonesia memasok minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) serta kakao hingga 10 ribu ton per bulan atau 120 ribu ton per tahun.

Permintaan tersebut mengemuka dalam pertemuan terbatas antara Mentan Amran dengan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, yang didampingi Menteri Pertanian dan Pangan Belarus Yuri Gorlov di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6).

"(Pemerintah Belarus) minta CPO kita masuk sana. Kita kirim dan dia bilang kebutuhan 14 ribu ton. Yang kedua adalah yang paling banyak diminta adalah kakao (cokelat), itu 10 ribu ton per bulan, 120 ribu ton per tahun," kata Mentan ditemui usai pertemuan tersebut.

Amran mengungkapkan Belarus membutuhkan pasokan CPO Indonesia sekitar 14 ribu ton sekaligus menjadikan kakao sebagai komoditas yang paling besar diminati untuk memenuhi kebutuhan industri negara tersebut.

Menurut dia, tingginya permintaan kakao dari Belarus menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor seiring pemerintah terus mendorong program penanaman kakao secara besar-besaran di berbagai daerah.

"(Permintaan Belarus terhadap komoditas) kakao besar tapi kan sekarang kita melakukan penanaman besar-besaran," ujarnya.

Selain membahas perdagangan komoditas, kedua negara juga menjajaki kerja sama pengembangan sektor pertanian melalui mekanisasi serta penyediaan alat dan mesin pertanian yang menjadi keunggulan Belarus.​​​​​​

Amran mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan dagang, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian nasional.

Ia menambahkan tindak lanjut kerja sama akan ditempuh melalui skema business to business (B2B) maupun government to government (G2G) agar implementasi perdagangan berlangsung lebih efektif dan saling menguntungkan.

Adapun kunjungan itu merupakan pertemuan kedua antara Mentan Amran dan Dmitry Lukashenko. Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, keduanya telah membahas berbagai peluang kerja sama strategis di sektor pertanian.

Pertemuan kali ini menjadi tindak lanjut dari komunikasi tersebut, sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak untuk mempercepat implementasi berbagai peluang yang telah dibahas.

“Dengan Belarus kita kerja sama. Ini kita dorong. Kemudian banyak hal diminta. Jadi kita kolaborasi saling menguntungkan,” kata Amran.

Indonesia dan Belarus optimistis hubungan yang terus terjalin baik akan membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, pertukaran teknologi, serta pengembangan sektor pertanian yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.