Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanpa Kepastian Hukum, Indonesia Hanya Jadi Pasar, Bukan Tujuan Investasi

📅 Senin, 29 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Perubahan preferensi investor juga semakin jelas. Jika beberapa tahun lalu biaya tenaga kerja murah menjadi pertimbangan utama, kini stabilitas regulasi, kepastian rantai pasok, kecepatan perizinan, dan konsistensi kebijakan justru menjadi faktor yang lebih menentukan. Dalam konteks itu, kepastian hukum telah berubah menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai premium.

Hardjuno menilai tanda-tanda lemahnya daya saing investasi Indonesia mulai terlihat dalam sejumlah perkembangan terbaru. Dua pemasok komponen otomotif berprinsipal Jepang di Jawa Timur dikabarkan mempertimbangkan memindahkan sebagian produksi ke Vietnam. Pengamat otomotif menilai kondisi tersebut menjadi alarm bahwa Vietnam dinilai lebih siap membangun ekosistem industri kendaraan listrik, sementara Indonesia masih menghadapi ketidakpastian kebijakan dan insentif yang belum cukup kompetitif.

Apindo juga menilai perusahaan global kini tidak lagi hanya menghitung biaya produksi, tetapi melihat kesiapan ekosistem industri secara menyeluruh, mulai dari kepastian regulasi, insentif investasi, rantai pasok lokal, hingga kemudahan perizinan. Tanpa melakukan transformasi, Indonesia berisiko kalah cepat dibandingkan negara-negara yang lebih agresif membangun ekosistem manufaktur yang terintegrasi.

Pola yang sama, kata Hardjuno, juga terlihat di pasar keuangan, khususnya pasae modal. Perhatian MSCI terhadap transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta dugaan coordinated trading bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut fondasi utama pasar modal modern, yakni kepercayaan investor terhadap integritas pasar.

Persoalan terbesar Indonesia, menurutnya, bukan lagi soal ukuran ekonomi atau jumlah investor, melainkan masih lemahnya kepercayaan terhadap tata kelola dan kepastian hukum.

Dia pun mengusulkan pembentukan Komisi Kepastian Hukum untuk ekonomi sebagai lembaga yang memastikan seluruh regulasi strategis terkait investasi berjalan konsisten dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha.

“Kalau mau bersaing sebagai negara yang kondusif bagi investasi, harus ada langkah ini, supaya investor merasa ada payung hukum. Kalau sekarang ini sulit, karena berantakan dan bisa dipelintir,” katanya.

Sementara itu, Pakar hukum pidana Universitas Tarumanagara (Untar), Hery Firmansyah mengatakan ketiadaan kepastian hukum di Indonesia menyebabkan Indonesia sulit menjadi negara tujuan investasi, dan hanya diposisikan sebagai pasar konsumsi semata.

“Akhirnya kita hanya menjadi pasar ketimbang menjadi negara tujuan investasi. Bahkan ada yang bilang RI salah urus,” kata Hery.

Menurut Hery, salah satu penyebab utama adalah belum ada keberpihakan kebijakan yang benar-benar populis dan berorientasi jangka panjang. Banyak kebijakan, justru diambil demi kepentingan segelintir pihak.

“Mungkin nggak semua berpikiran merah putih, ada yang berfikir untuk kepentingan pribadi atau golongannya saja sehingga langkah yang diambil bukanlah kebijakan yang populis,” katanya.

Dia menyoroti standar yang diterapkan negara-negara mitra dagang internasional yang kini sangat tinggi, sedangkan Indonesia masih terjebak pada persoalan klasik birokrasi dan tata kelola yang tidak memberikan kepastian hukum.

“Standar negara luar dalam konteks perdagangan internasional tentu memiliki parameter sangat tinggi yang harus dipenuhi, sedangkan korupsi di Indonesia masih sulit diberantas yang menjangkit ke birokrasi, begitu juga tata kelola tidak menimbulkan kepastian,” jelas Hery.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Upaya Mewujudkan Swasembada Garam pada 2027

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Upaya Mewujudkan Swasembada...

Nobar Piala Dunia 2026 Meriahkan HBKB di Bekasi

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Nobar Piala Dunia 2026 Meri...
Luar Negeri
Pria Inggris Ditangkap sete...
Nasional
Pemeriksaan Kesehatan Grati...

Plaza Seremoni Raih Penghargaan Dunia

46 menit yang lalu | Ones

Nasional
Plaza Seremoni Raih Penghar...
Nasional
Kalbar Dorong Pembentukan P...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah,  Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah, Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.