Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Update Banjir BPBD: Lima Kecamatan di Tangerang Masih Terendam Air

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 18:24 WIB | Oleh:
Update Banjir BPBD: Lima Kecamatan di Tangerang Masih Terendam Air Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Sejumlah rumah masih tetendam banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

KABUPATEN TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten melaporkan sebanyak lima kecamatan di daerah itu masih terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai, karena curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik di Tangerang, Kamis (22/1), menyampaikan bahwa bencana alam banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1) melanda di 24 kecamatan, 119 desa/kelurahan dengan korban terdampak kurang lebih hingga 50 ribu jiwa.

Namun, kata dia, kini tersisa lima kecamatan yang masih terendam banjir dengan ketinggian debit air di beberapa lokasi tersebut mencapai 40 centimeter sampai satu meter.

"Untuk lokasi yang masih terendam banjir itu, seperti di Kecamatan Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti dan yang terbaru di Tigaraksa. Ini karena intensitas hujan ekstrem sejak kemarin," ujarnya.

Ia menerangkan bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang sudah terjadi sejak satu pekan lebih ini mulai berangsur surut. Namun, karena kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung, sejak Senin (19/1) banjir kembali terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.

Dia mengatakan banjir di daerah itu terjadi karena meluapnya beberapa aliran sungai seperti Cidurian, Cimanceuri dan Cidurian akibat hujan deras yang terus berlangsung dari dini hari hingga sore hari.

"Terutama kalau yang intensitas hujan tinggi itu di Tigaraksa kembali banjir. Kalau yang Gunung Kaler dengan Kresek itu penyebab banjirnya meluapnya air sungai Cidurian," paparnya.

Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Tangerang masih melakukan rekapitulasi pendataan jumlah total korban yang terdampak bencana banjir tersebut.

"Saya harus lihat ini lagi. Karena data yang saya buat itu di awal Januari, untuk yang saat ini jumlah jiwa yang masih terdampak masih di rekap," tuturnya.

Ia menambahkan sebagai upaya penanganan jangka pendek pemerintah daerah telah menerjunkan sejumlah personel, sarana dan prasarana untuk membantu para korban bencana. Meski kondisinya masih dalam terbatas.

"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.