Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperketat Pemantauan Titik Api di sekitar Bandara Udara Karel Sadsuitubun

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperketat Pemantauan Titik Api di sekitar Bandara Udara Karel Sadsuitubun Doc: Antara
Ket. Bupati Malra bersama jajaran cek langsung kondisi Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Langgur, dalam rangka antisipasi potensi kabut asap.

Ambon - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) memperketat pemantauan titik api di sekitar Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Langgur, untuk mencegah asap mengganggu jarak pandang dan keselamatan penerbangan.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengatakan kawasan sekitar bandara menjadi perhatian pemerintah daerah karena keberadaan asap dapat mempengaruhi jarak pandang pesawat dan mengganggu aktivitas penerbangan apabila kondisinya semakin tebal.

“Kawasan sekitar bandara menjadi perhatian karena keberadaan asap dapat berdampak terhadap jarak pandang dan pada akhirnya mengganggu aktivitas penerbangan apabila kondisinya semakin tebal,” kata Hanubun, melalui keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, tim gabungan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi sumber api sebagai bagian dari upaya deteksi dini setelah asap tipis hingga sedang terpantau menyelimuti langit Maluku.

Menurut Hanubun, pencegahan perlu dilakukan sejak awal agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan menghasilkan asap yang dapat mengganggu masyarakat maupun penerbangan.

“Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai api kecil dibiarkan kemudian menjadi besar dan menghasilkan asap yang mengganggu masyarakat maupun penerbangan,” tegasnya.

Pemkab Maluku Tenggara juga memperkuat koordinasi dengan TNI, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat dalam pemantauan dan penanganan titik api.

Hanubun meminta masyarakat di sekitar bandara tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kalau masyarakat menemukan titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat kita mengetahui, semakin cepat pula kita bisa melakukan penanganan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan Siaran Pers BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Nomor e.B/ME.02.04/020/KAMQ/X/2026 tertanggal 3 Oktober 2026, hasil observasi selama sepekan terakhir menunjukkan asap tipis hingga sedang menyelimuti langit Maluku.

BMKG mencatat jarak pandang pada periode tersebut berkisar 5–9 kilometer. Potensi asap kategori sedang juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Bandar Udara Karel Sadsuitubun merupakan salah satu pintu mobilitas masyarakat dan distribusi barang dari dan menuju Maluku Tenggara. Karena itu, Pemkab Maluku Tenggara memastikan pemantauan dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mendeteksi titik api sejak dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Persib Bandung Tumbangkan P...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.