Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Keselamatan, PT KAI Tutup 24 Perlintasan Liar

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Demi Keselamatan, PT KAI Tutup 24 Perlintasan Liar Doc: KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup 24 perlintasan liar dan menyempitkan lima akses pada Sabtu (9/5). Langkah tersebut dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna menekan angka kecelakaan fatal bagi masyarakat luas.

Penanganan perlintasan sebidang tersebut berlangsung serentak di berbagai daerah sejak tanggal 27 April hingga 9 Mei 2026. Fokus utama penutupan jalur liar ini adalah lokasi yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan para pengguna jalan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut penanganan perlintasan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kecelakaan. Tragedi di Bekasi Timur menjadi pemicu utama untuk mempercepat langkah penutupan akses ilegal bagi warga sekitar.

“Insiden di Bekasi Timur memberikan duka mendalam bagi banyak pihak. Keselamatan di perlintasan menjadi perhatian serius karena kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti mendadak saat terdapat hambatan di jalur,” ujar Anne.

Tim gabungan menutup perlintasan pada petak jalan Tigaraksa hingga Cikoya serta jalur antara Parung Panjang menuju Cilejit. Petugas juga menghentikan akses perlintasan tidak terjaga pada lintas Sukabumi sampai Gandasoli demi keamanan perjalanan kereta api.

Penutupan dilakukan pada JPL 152 KM 56+202 antara Tenjo serta JPL 143 KM 53+285 di wilayah Daru. Sektor lain mencakup JPL 132 hingga JPL 168 yang berada pada lintas Maja menuju Citeras Provinsi Jawa Barat.

Lima titik perlintasan di lintas Purwosari hingga Wonogiri dan wilayah Yogyakarta ditutup permanen oleh petugas terkait. Penutupan tersebut juga menyasar lintas Wates menuju Rewulu pada KM 528+718 guna menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan.

Wilayah Madiun serta Jombang mendapat perhatian khusus melalui penutupan akses di Desa Kutorejo dan kawasan Kabupaten Blitar. Penyempitan juga diterapkan pada JPL 245 Desa Plosokandang serta Jatipelem untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas ilegal.

Penutupan perlintasan liar terjadi di wilayah Probolinggo hingga Jember serta akses pada Stasiun Prabumulih di Sumatera Selatan. Penanganan serupa menyasar perlintasan tidak terjaga di Kabupaten Asahan serta tiga lokasi strategis di Kota Padang Sumatera Barat.

Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang dengan 1.810 titik yang menjadi target utama penanganan keselamatan. Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali akses yang telah ditutup.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur rel. Perlintasan liar yang telah ditutup diharapkan tidak dibuka kembali karena penutupan dilakukan berdasarkan evaluasi keselamatan dan potensi risikonya,” kata Wisnu.

Evaluasi menunjukkan terdapat 948 korban kecelakaan perlintasan sejak 2023 hingga 2026 akibat kelalaian pada jalur tidak terjaga. Mayoritas insiden tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran publik terhadap bahaya melintas di area rel yang tidak resmi.

KAI terus melakukan sosialisasi kepada warga serta meningkatkan fasilitas keselamatan secara bertahap pada setiap titik perlintasan prioritas. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci sukses dalam upaya normalisasi jalur kereta api di seluruh wilayah operasional Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.