Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Lebak Siapkan Mobil Tangki Antisipasi Krisis Air

📅 Senin, 29 Jun 2026, 13:46 WIB | Oleh:
BPBD Lebak Siapkan Mobil Tangki Antisipasi Krisis Air Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta.

LEBAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyiapkan tiga mobil tangki untuk penanganan krisis air bersih menghadapi kekeringan sering musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta di Rangkasbitung, Lebak, Senin, mengatakan pihaknya menyiapkan tiga kendaraan tangki air dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter untuk menyalurkan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Selain itu pihaknya kerja sama dengan PDAM Lebak untuk penyediaan air bersih.

Bila masyarakat mengalami krisis air bersih, kata dia, bisa melaporkan ke BPBD melalui kepala desa setempat.

Ia mengatakan penyaluran air bersih secara gratis tanpa dipungut biaya, karena sudah menjalin kerja sama dengan PDAM Lebak.

Selain itu pihaknya menjalin kerja sama dengan BPBD Provinsi Banten dan perusahaan BUMN untuk menyiagakan kendaraan tangki yang siap mendistribusikan air bersih.

Berdasarkan pemetaan BPBD Lebak, jumlah desa yang rawan krisis air bersih tercatat sebanyak 90 desa.

"Kami siaga menghadapi kekeringan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pendistribusian air bersih," katanya.

Namun hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang mengalami krisis air bersih, meski kemarau sudah berlangsung beberapa pekan terakhir ini.

Ia mengatakan pengalaman tahun-tahun sebelumnya krisis air bersih pada musim kemarau tersebar di sejumlah kecamatan antara lain Kecamatan Sajira, Muncang, Cipanas, Cibadak, Warunggunung, Banjarsari, Cimarga, Cirinten, Bojongmanik, Cihara, Cilograng, Cileles, Gunungkencana, Maja dan Wanasalam.

Penyebab krisis air bersih itu, kata dia, antara lain tidak memiliki mesin pompa air dan belum tersentuh jaringan PDAM, serta tidak memiliki sumber air baku yang baik dari aliran sungai maupun sumber mata air.

Pihaknya terus melakukan penguatan mitigasi dan antisipasi bencana selama musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni sampai Desember 2026, termasuk bencana kebakaran pemukiman, kawasan hutan dan lahan, serta penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, pneumonia, dan ISPA.

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan penyakit menular agar tidak menimbulkan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)," katanya menjelaskan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin mengingatkan masyarakat agar pada musim kemarau  membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS ) sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit menular, seperti diare, DBD, dan muntaber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

BMKG Waspadai Kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Waspadai Kemunculan Bi...
Luar Negeri
Pakistan Terancam Gelap Gul...
Luar Negeri
Prancis Disapu Gelombang Pa...
Daerah
Khofifah Pastikan Pasokan B...
Luar Negeri
Gempa Venezuela: 1.400 Tewa...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.