Tim Statistik UB Mengembangkan Sistem Deteksi Dini untuk Kesulitan Belajar
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 16:33 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMALANG - Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan program berjudul "Pengembangan dan Implementasi Sistem Deteksi Dini Kesulitan Belajar Siswa di SDN Sukoharjo 2 Kota Malang Berbasis Statistik Sederhana". Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa lebih awal dan sistematis melalui penggunaan pendekatan statistik sederhana yang mudah diterapkan oleh guru.
Program yang terdiri dari tim Statistika FSTeM dipimpin oleh Nur Kamilah Sa'diyah dengan anggota tim dosen Eni Sumarminingsih, dan Mudjiono. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Meidy Indhira Putri, S.Mat. (Mahasiswa Magister Statistika UB), Melky Andrean Tarigan (Mahasiswa Magister Statistika UB), dan Gesya Nur Azizah (Mahasiswa Magister Data Science UB). Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Sukoharjo 2 di Kota Malang yang dipimpin oleh Nia Rista Yuraika Suprapto, S.Pd.
Rangkaian kegiatan pelayanan dimulai pada tanggal 5 Mei 2026 melalui Fase I: Pengumpulan Data melalui Instrumen Deteksi Dini Kesulitan Belajar Siswa Kelas V SDN Sukoharjo 2 Kota Malang. Pada tahap ini, tim dedikasi menerapkan instrumen yang telah disusun untuk mendapatkan gambaran awal kondisi belajar siswa. Instrumen ini dirancang untuk mengidentifikasi berbagai indikator yang berpotensi mempengaruhi proses belajar, seperti kemampuan membaca, berhitung, dan perilaku belajar.
Kegiatan pengumpulan data dilakukan langsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa kelas V dan didampingi oleh guru kelas serta tim dedikasi. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan sistem berbasis spreadsheet yang dikembangkan oleh tim untuk menghasilkan informasi yang mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh guru dalam mendukung proses pembelajaran.
Ketua tim pelayanan, Nur Kamilah Sa'diyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan penggunaan data dalam pengambilan keputusan pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui sistem ini, guru tidak hanya memperoleh data tentang hasil belajar siswa, tetapi juga mampu mengidentifikasi sejak dini siswa yang membutuhkan perhatian khusus atau bimbingan. Pendekatan yang digunakan sengaja dibuat sederhana agar dapat diterapkan secara mandiri oleh guru," ujarnya.
Setelah proses pengumpulan dan pengolahan data awal selesai, kegiatan akan dilanjutkan pada tanggal 22 Juni 2026 melalui Tahap II: Pelatihan dan Dukungan Guru dalam Penggunaan Sistem Deteksi Dini Kesulitan Belajar Berbasis Statistik Sederhana di SDN Sukoharjo 2 Kota Malang.
Kegiatan pelatihan dipandu oleh guru-guru SDN Sukoharjo 2 dan dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta tentang pembelajaran analisis data. Selanjutnya, peserta memperoleh materi tentang panduan operasional sistem deteksi dini yang disampaikan oleh Eni Sumarminingsih. Materi ini mencakup prosedur pengumpulan data, input data siswa, interpretasi hasil analisis, hingga pemanfaatan informasi yang dihasilkan sebagai dasar untuk penyusunan strategi pembelajaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sesi berikutnya diisi oleh Nur Kamilah Sa'diyah. yang menyampaikan materi tentang logika dan arsitektur rumus spreadsheet yang digunakan dalam sistem. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman tentang proses pengolahan data otomatis sehingga guru dapat memahami cara kerja sistem dan sekaligus mengembangkan keterampilan literasi data di lingkungan sekolah.
Selain penyajian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan spreadsheet, simulasi analisis data siswa, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan pendampingan ini, para guru mendapatkan kesempatan untuk mencoba sistem secara langsung menggunakan data sampel dan mendapatkan bimbingan dari tim statistik UB.
Kolaborasi antara UB dan SDN Sukoharjo 2 Kota Malang dalam program ini merupakan contoh nyata implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), yaitu membangun kemitraan yang kuat antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Keterlibatan dosen, mahasiswa, guru, dan sekolah menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memecahkan masalah pendidikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, pengembangan sistem deteksi dini kesulitan belajar berdasarkan statistik sederhana merupakan kontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), karena mendukung terciptanya pendidikan inklusif, berkualitas, dan adil melalui penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Dengan sistem ini, sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan setiap siswa.
Melalui program ini, tim Statistika UB berharap sekolah memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa sejak dini sehingga intervensi pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih tepat. Ke depannya, sistem yang telah dikembangkan diharapkan dapat terus digunakan dan ditingkatkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbasis data di lingkungan sekolah dasar. Program ini sekaligus merupakan bentuk kontribusi UB dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan) melalui inovasi pendidikan berkelanjutan dan penguatan kemitraan antara universitas dan sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!