Nelayan Menjerit, Pencemaran Laut Masih Terjadi di Bekasi, DPRD akan Panggil DLH
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 09:17 WIB | Oleh: Tim Penulis"Demi bertahan hidup, teman-teman saya terpaksa beralih profesi menjadi buruh kasar bahkan pemulung. Ada yang jadi kuli panggul. Saya sempat dua minggu menganggur, mencari kerja serabutan," ucapnya.
Nelayan lain Sarman (52) menyebut kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak maupun sejumlah bahan pangan utama bukan menjadi persoalan utama nelayan sebab yang paling mengkhawatirkan adalah kehilangan sumber daya laut yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.
Ia juga menyatakan meski meyakini pencemaran berasal dari aktivitas industri, para nelayan enggan menunjuk perusahaan tertentu. Kawasan pesisir Tarumajaya dikelilingi banyak pabrik sehingga sumber pencemar sulit dipastikan tanpa penyelidikan menyeluruh.
Sarman bersama nelayan lain berharap pemerintah turun tangan secara serius merespons kondisi pencemaran di perairan mereka. Perusahaan yang beroperasi di sekitar pesisir juga diminta untuk tidak membuang limbah industri ke laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mohon Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pak Gubernur Jawa Barat, tengoklah nasib kami. Pak Presiden juga katanya memperhatikan nasib petani serta nelayan karena dianggap tulang punggung ekonomi," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!