Trump Perkirakan Perundingan AS-Iran Berlanjut Pekan Ini
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (27/9) memperkirakan AS dan Iran akan kembali menggelar perundingan pada pekan ini, sehari setelah dirinya menolak usulan terbaru Iran terkait gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Saya memperkirakan ada lebih banyak perundingan dengan Iran [pekan ini]," kata Trump dalam wawancara melalui telepon dengan media daring AS, Axios.
Axios melaporkan putaran baru dialog tidak langsung antara AS dan Iran dapat berlangsung paling cepat pada Senin (28/9). Namun, belum jelas apakah kedua pihak dapat menjembatani perbedaan dalam isu-isu utama.
Ketika ditanya apakah dirinya mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran, Trump menjawab, "Saya selalu memikirkannya."
Sebelumnya, Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengadakan putaran baru negosiasi tidak langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Selasa (22/9). Pejabat Qatar turut berperan sebagai perantara dengan menyampaikan pesan antara kedua pihak.
Menurut laporan Axios, Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan nuklir dalam waktu satu pekan dengan sejumlah syarat, antara lain AS mencabut blokade angkatan laut, menghapus sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta memulihkan gencatan senjata di kawasan.
Trump menolak usulan tersebut pada Sabtu (26/9).
Meski demikian, Araghchi mengatakan Iran masih menginginkan solusi diplomatik. Dalam wawancara dengan NBC pada Minggu, dia mengatakan Teheran masih menunggu tanggapan resmi AS melalui para mediator.
"Meskipun kami mendengar dari Presiden Trump bahwa dia menolak kesepakatan ini ... kami masih menunggu tanggapan resmi melalui para mediator," ujar Araghchi.
Para mediator kini mendorong Iran memberikan konsesi terkait program nuklirnya sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali negosiasi dengan AS.
Menurut laporan The Wall Street Journal, inisiatif tersebut muncul setelah Trump menolak proposal Iran mengenai gencatan senjata selama tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Para mediator menilai langkah tersebut sebagai upaya untuk mendorong Iran mengambil langkah terkait program nuklir, meskipun peluang keberhasilannya dinilai tipis. Sejauh ini, Iran belum menunjukkan tanda-tanda siap membahas isu tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!