Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bekasi Intervensi Pasar untuk Stabilkan Harga

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Intervensi Pasar untuk Stabilkan Harga Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Pedagang Pasar Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyiapkan barang dagangan di lapak masing-masing sebelum bertransaksi dengan konsumen, Senin (28/9).

BEKASI -Untuk menjaga kestabilan harga berbagai kebutuhan pokok yang mulai naik, Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan intervensi. Pemkab menggelontorkan bahan pokok pangan untuk menjaga stabilitas pasar. Sebab Indeks Perkembangan Harga (IPH) naik selama dua pekan terakhir.

“IPH Kabupaten Bekasi dua pekan terakhir terus naik dipengaruhi harga sejumlah komoditas yang terus meningkat,” tutur Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, Senin (28/9). Harga-harga barang yang naik utamanya produk luar daerah.

“Memang sudah dua pekan berturut-turut IPH Kabupaten Bekasi naik dan telah mencapai 2,73,” ujarnya. Helmi menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga adalah musim kemarau yang panjang dan ekstrem. Kondidi demikian berdampak terhadap kuantitas produksi sejumlah daerah pemasok pangan.

Beberapa komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi. Kabupaten Bekasi masih sangat bergantung pada pasokan cabai dari daerah lain karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan. Pemerintah daerah selama ini mengandalkan pasokan cabai dari Garut dan Magelang.

Namun, produksi di Garut dan Magelang juga menurun akibat kemarau dan berakhirnya masa panen raya. “Daerah pemasok juga mulai menurun produknya, sekitar 40 persen. Selain karena kemarau, mereka juga sudah tidak dalam masa panen raya,” jelasnya.

Pemkab Bekasi mulai membuka alternatif pasokan dari Lampung dan Sumatera Barat. Produksi dua daerah tersebut tidak terlalu terdampak kemarau seperti daerah pemasok lain. Namun, langkah tersebut juga menghadapi tantangan. Sebab cabai dari wilayah tersebut memiliki kadar air yang lebih tinggi sehingga berisiko rusak selama proses distribusi.

“Risikonya, dari barang yang dikirim bisa busuk seperginya. Ini jelas akan merugikan bandar,” katanya. Helmi menyebut kondisi tersebut berpotensi ikut mempengaruhi harga di tingkat pasar karena kerugian selama distribusi dapat dibebankan dalam harga jual.

Pemkab Bekasi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kementerian maupun lembaga terkait untuk mencari solusi penanganan yang lebih tepat. Helmi menuturkan, pemetaan produksi pangan lokal juga perlu diperkuat. Ini terutama untuk komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
PDB Tiongkok Tetap Tumbuh P...
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...

KONI: Kejurnas Gateball 2026 Resmi Dibuka

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...

BMKG Waspadai Munculnya Siklon Tropis Champi

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.