Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peternak Plasma Lebak Ambil Peran Strategis Penuhi Kebutuhan Daging Jabotabek

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peternak Plasma Lebak Ambil Peran Strategis Penuhi Kebutuhan Daging Jabotabek Doc: ANTARA FOTO/ Adeng Bustomi
Ket. Ilustrasi-Peternak memeriksa suhu kandang ayam.

LEBAK – Peternak plasma unggas pedaging memiliki peran penting dalam menjaga pasokan protein hewani nasional melalui pola kemitraan dengan perusahaan inti.

Skema ini memberikan akses terhadap bibit, pakan, teknologi, dan kepastian pasar, namun juga menuntut keseimbangan hubungan usaha agar peternak memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.

Tantangan seperti fluktuasi harga pakan, biaya produksi, dan mekanisme pembagian hasil menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kesejahteraan peternak plasma.

Oleh karena itu, penguatan tata kelola kemitraan, transparansi kontrak, serta peningkatan efisiensi produksi menjadi kunci untuk menciptakan industri perunggasan yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Peternak plasma unggas pedaging dengan sistem korporasi dengan perusahaan peternakan di Kabupaten Lebak, Banten, mampu memasok kebutuhan konsumsi masyarakat Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

"Produksi unggas pedaging di daerah ini menjadi andalan pendapatan ekonomi warga," kata Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak Rieyan Dermawan, di Lebak, Jumat (26/6).

Peluang usaha unggas pedaging cukup besar, sehingga Kabupaten Lebak menjadi daerah kawasan peternakan dengan sistem kemitraan bersama peternak masyarakat.

Produksi unggas pedaging bisa mencapai 7 juta-8 juta ekor per musim panen dalam masa 40 hari, sehingga menjadikan daerah ini sebagai sentra pemasok terbesar di Provinsi Banten.

"Kita menjadi sentra peternakan unggas di Banten,dan sebagian dipasok ke Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi," katanya pula.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah peternak plasma sebanyak 78 unit usaha dan bisa menghasilkan rata-rata produksi 2 ton per kandang, dengan harga saat ini Rp30 ribu/kg, sehingga menghasilkan Rp60 juta dan bisa meraup keuntungan bersih Rp15 juta.

Para peternak unggas Kabupaten Lebak menjalin kerja sama dengan perusahaan inti, seperti PT Anwar Sierad, Padma, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada sejumlah peternak unggas agar memperhatikan kesehatan unggas dan kebersihan kandang sehingga terhindar dari penyakit hewan.

"Semua produksi unggas pedaging itu ditampung oleh perusahaan inti dengan harga pasaran," ujarnya lagi.

Sejumlah peternak plasma di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku sangat terbantu dengan adanya kemitraan bersama perusahaan inti dapat mengembangkan unggas pedaging, sehingga dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.