Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Mental Kunci Generasi Muda di Era AI

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Kemendukbangga/BKKBN selama ini telah membangun basis data keluarga berisiko stunting (KRS) hingga level desa/kelurahan yang dapat dilakukan sebagai basis intervensi oleh lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Koordinasi yang kuat tidak hanya diperlukan di tingkat pusat, tetapi juga harus diwujudkan hingga tingkat daerah, dalam hal ini pemerintah daerah yang memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelaksanaan program karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi serta kebutuhan wilayah masing-masing. Oleh karena itu, dukungan kebijakan, pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program.

Investasi dalam penanganan stunting sangat strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik serta mendapatkan asupan gizi yang cukup akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang secara optimal, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun produktivitas ekonomi.

Hal tersebut pada akhirnya akan memberikan hasil yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing untuk kapitalisasi bonus demografi dan pencapaian Indonesia Emas 2045.

Apa harapan besar dalam penanganan stunting?

Kita selalu berharap upaya penanganan stunting yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Kolaborasi antarpihak menjadi penting karena stunting merupakan permasalahan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan aspek asupan gizi dan kesehatan, tetapi juga erat hubungannya dengan kualitas lingkungan, akses terhadap air minum dan sanitasi layak, ketahanan pangan, pendidikan, perlindungan sosial, pemberdayaan keluarga, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial maupun sektoral, tetapi membutuhkan keselarasan kebijakan, sinkronisasi program, serta koordinasi yang kuat di seluruh tingkatan pemerintahan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting nasional secara konsisten mengalami penurunan, yakni berada di angka 21,5 persen pada tahun 2023 dan turun menjadi 19,8 persen pada tahun 2024. Sementara itu, pada tahun 2025, target nasional diharapkan dapat menyentuh angka 18,8 persen.

Adakah kegiatan prioritas nasional?

Beberapa kegiatan prioritas nasional di tahun 2027, yakni peningkatan Bina Keluarga Balita dan Anak termasuk Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), serta penguatan pola pengasuhan (termasuk Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau GATI).

Kemudian, peningkatan Bina Keluarga Lansia (termasuk Lansia Berdaya), pengembangan dan pengelolaan substansi Super-App Keluarga Indonesia, serta dukungan penurunan prevalensi melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting.

Kita berharap Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja dapat mendukung agar Kemendukbangga/BKKBN bisa berkontribusi terhadap PKPN terutama dalam penyelenggaraan Program Bangga Kencana yang mendukung upaya peningkatan kapasitas SDM dan kapitalisasi bonus demografi.

Bagaimana dengan Layanan KB Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

For Revenge Isi OST “Spider-Man: Brand New Day”

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
For Revenge Isi OST “Spid...
Nasional
Menko PMK Ajak Anak Berani ...
Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.