Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Mental Kunci Generasi Muda di Era AI

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:

20260625214633_MFi2026062431.jpg.jpeg

KORAN JAKARTA/M. FACHRI

Bagaimana dengan persoalan stunting?

Terkait stunting, peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendampingi keluarga sangat penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarga. Dan dimulai dari pendamping-pendamping keluarga. Saya bisa bertemu pahlawan-pahlawan keluarga yang setiap hari mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia.

TPK memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan yang mendampingi keluarga pada berbagai fase kehidupan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Apa yang dilakukan untuk percepatan penurunan stunting?

Percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung kepada keluarga sasaran.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti pernikahan dini, kurangnya asupan gizi, sanitasi yang belum memadai, serta rendahnya edukasi pola asuh. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat Program Bangga Kencana yang fokus pada upaya pencegahan sejak sebelum kelahiran.

Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk data stunting yang lebih presisi.

Oleh karena itu, menekankan pentingnya penerapan pendekatan berbasis data presisi berdasarkan nama dan alamat atau by name by address sebagai instrumen utama dalam mendukung efektivitas intervensi.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi secara lebih akurat individu, keluarga, dan wilayah yang memerlukan perhatian prioritas sehingga program yang dilaksanakan dapat menjangkau kelompok sasaran yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, penguatan sistem data harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pengumpulan data, validasi, pemutakhiran berkala, serta integrasi data antarkementerian dan lembaga.

Ketersediaan data yang berkualitas merupakan syarat penting bagi terwujudnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang mampu memberikan dampak nyata terhadap percepatan penurunan stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

For Revenge Isi OST “Spider-Man: Brand New Day”

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
For Revenge Isi OST “Spid...
Nasional
Menko PMK Ajak Anak Berani ...
Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.