Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Mental Kunci Generasi Muda di Era AI

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Ketahanan Mental Kunci Generasi Muda di Era AI Doc: KORAN JAKARTA/M. FACHRI
Ket. Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji

Generasi muda Indonesia saat ini tengah menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang semakin cepat pada era akal imitasi (AI). Kondisi ini jelas akan memengaruhi kondisi ketahanan mental yang akan berpengaruh besar pada estafet pembangunan dua dekade mendatang.

Persolan kualitas sumber daya manusia (SDM) begitu komplek dan saling terkait satu sama lain. Hal tersebut erat kaitannya dengan persoalan mental dan fisik serta pengaruh perkembangan teknologi di masa kini.

Oleh karena itu, pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia guna menyambut bonus demografi. Sebab, tidak akan ada sumber daya manusia unggul tanpa keluarga yang kuat, serta tidak akan ada Indonesia Emas 2045 tanpa generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, seperti kekerasan remaja, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, merupakan tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama.

Untuk beragam persoalan tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN memiliki beragam program baik untuk pengentasan persoalan stunting, masalah yang dihadapi generasi muda, peran keluarga, pembangunan keluarga berkualitas, layanan KB gratis bagi keluarga kurang mampu, merumuskan kartu lansia bagi penduduk tua serta lainnya.

Untuk mengungkap berbagai program tersebut, wartawan Koran Jakarta Fredrikus W Sabini berkesempatan melakukan wawancara dengan Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam sejumlah kesempatan. Berikut petikannya?

Bagaimana dengan persoalan yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini?

Generasi muda Indonesia saat ini tengah menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang semakin cepat pada era akal imitasi (AI). Kondisi ini akan memengaruhi kondisi ketahanan mental atau resilience.

Generasi muda saat ini hidup di tengah peradaban baru yang ditandai oleh derasnya arus informasi dan perkembangan AI yang memengaruhi cara berpikir masyarakat. Kita hari ini jelas membutuhkan kesiapan mental untuk bangkit yang kita sebut dengan resilience, karena algoritma peradaban yang dipengaruhi AI membuat batas antara mana yang benar, mana yang salah, mana yang menjadi tuntunan, dan mana yang menjadi tontonan menjadi semakin bercampur.

Apakah kondisi tersebut menjadi tantangan ke depan?

Tantangan yang dihadapi remaja saat ini jauh berbeda dibandingkan 16 tahun lalu. Jika sebelumnya kreativitas dan inovasi menjadi fokus utama, kini generasi muda juga dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi dan ketahanan mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten digital.

Indonesia memiliki sekitar 46 juta keluarga yang memiliki anggota berusia 10–24 tahun. Kelompok usia tersebut merupakan generasi yang akan memegang peran penting dalam pembangunan nasional pada dua dekade mendatang.

Setuju tidak setuju, 17 sampai 20 tahun lagi kalian (generasi muda) yang akan memimpin Indonesia, sehingga yang harus disiapkan bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kematangan mental dan kemampuan untuk bangkit menghadapi tantangan.

Perlu diingat, perkembangan AI membawa manfaat besar, tetapi penggunaannya harus disertai kemampuan berpikir kritis. Generasi muda tidak boleh menerima begitu saja setiap informasi yang diperoleh dari teknologi digital tanpa melakukan verifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jennie Blackpink Siapkan Single Baru

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Jennie Blackpink Siapkan Si...
Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.