Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Mental Kunci Generasi Muda di Era AI

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Layanan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) gratis dan serentak tahun 2026 akan difokuskan kepada keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1-2. Prioritaskan kepada warga yang membutuhkan, khususnya Desil 1-4. Yang mandiri Insya Allah bisa, tetapi kita usahakan yang Desil 1-2. Semua gratis, ada vasektomi, tubektomi, pil, suntik, implant.

Program layanan KB gratis serentak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni 2026, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas SDM sejak tingkat keluarga.

Kelompok masyarakat rentan perlu mendapat prioritas karena dampak kehamilan yang tidak direncanakan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, ekonomi, dan pengasuhan anak. Layanan kontrasepsi secara gratis mulai dari pil, suntik, implan, hingga metode kontrasepsi permanen ini, merupakan langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Mendukbangga menekankan Program KB bukan upaya membatasi kelahiran secara paksa, melainkan memberikan hak kepada masyarakat untuk merencanakan keluarga sesuai kondisi masing-masing. Ini bagian dari pesan Presiden yang berkenaan dengan penciptaan SDM yang lebih kuat.

Bisa digambarkan terkait kondisi keluarga di Indonesia saat ini?

Saat ini ada 46 juta keluarga di Indonesia yang memiliki pasangan usia subur, yang membuat potensi kelahiran harus dikendalikan, bukan berarti memaksa keluarga untuk ber-KB, melainkan untuk memberikan ruang agar Warga Negara Indonesia (WNI) bisa menentukan haknya mengatur angka kelahirannya.

Perempuan tetap bisa bekerja, tetapi tidak mengurangi hak juga untuk kebutuhan reproduksi. Harus dijaga supaya kesehatan dan ekonomi tidak terganggu. Hari ini kita memastikan KB ini masih penting, khususnya KB pascapersalinan. Rata-rata saya keliling Indonesia, anak ketiga sampai kelima disebabkan karena kebobolan.

Potensi angka kematian ibu, angka kematian bayi, hingga stunting, akan naik apabila angka kelahiran tidak dikendalikan melalui KB, sehingga potensi negara memberikan subsidi bisa semakin banyak. Kalau kita hitung, program ini luar bisa memberikan kontribusi pada negara. Kita kan rata-rata 4,8 juta setiap tahun, berapa negara memberikan subsidi? (KB) Ini memang tidak kelihatan, membangun jalan rusak, rumah sakit, itu kelihatan, tetapi ini memang tidak kelihatan, tapi percayalah, ini kontribusi yang paling riil memberikan kontribusi kepada bangsa dan Negara.

Sebenarnya tujuan akhir dari program KB gratis ini apa?

Layanan kontrasepsi keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga ini sebenarnya akan bermuara pada pengentasan kemiskinan. Semua yang kita kerjakan, hanya satu muaranya ke pengentasan kemiskinan, sehingga dulu ada yang namanya pra-sejahtera 1-4, yang sekarang desil 1-4. Semangatnya KB itu, agar ke depan Warga Negara Indonesia tidak ada yang miskin.

Oleh karena itu, pemerintah melakukan pendekatan KB untuk mengatur dan mengendalikan keluarga, meski saat ini, angka kelahiran total atau total fertility rate di beberapa wilayah Indonesia sudah di bawah angka satu, yang artinya, setiap satu orang perempuan di usia produktif melahirkan satu orang anak.

Ada yang bilang, (KB) sekarang kan sudah enggak penting lagi? Ada yang TFR-nya sudah satu, tetapi perspektifnya bukan itu, ini hak warga negara untuk mengatur dan mengendalikan.

Apa saja yang diatur dalam layanan KB?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

For Revenge Isi OST “Spider-Man: Brand New Day”

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
For Revenge Isi OST “Spid...
Nasional
Menko PMK Ajak Anak Berani ...
Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.