Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Umumkan Wabah Hantavirus Secara Resmi Diperkirakan Berakhir 2 Juli

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 12:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Secara Resmi Diperkirakan Berakhir 2 Juli Doc: Anadolu
Ket. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA - Wabah hantavirus mematikan di kapal pesiar yang memicu kekhawatiran internasional, diperkirakan akan secara resmi dinyatakan berakhir pada 2 Juli, demikian diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (24/6). 

Namun, meskipun wabah ini hampir berakhir bagi orang-orang yang masih menjalani karantina, bagi para ilmuwan dan ahli, pekerjaan ini baru berada di tahap awal. Sampel virus akan dianalisis untuk melihat apakah tes, pengobatan, dan vaksin dapat dikembangkan untuk wabah di masa mendatang.

Ada 12 kasus terkonfirmasi dan satu kasus probable yang berasal dari kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kasus kematian, dalam wabah yang memicu peringatan kesehatan internasional.

Kapal berbendera Belanda itu berangkat pada 1 April dari Ushuaia, Argentina, singgah di pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Tristan da Cunha, sebelum menuju ke utara ke Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol, tempat para penumpang yang tersisa dievakuasi.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Rabu, secara total lebih dari 650 kontak telah diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan di 33 negara dan wilayah.

"Semua kecuali 54 orang yang melakukan kontak telah menyelesaikan masa karantina mereka, dan kontak yang tersisa dijadwalkan untuk menyelesaikan masa karantina mereka pada tanggal 2 Juli," katanya dalam konferensi pers di markas besar WHO di Jenewa.

"Jika tidak ada kasus baru yang dilaporkan hingga saat itu, WHO akan menganggap wabah tersebut telah berakhir."

Studi dan Sampel

Namun, ia mengatakan WHO akan terus berupaya untuk memahami wabah tersebut, dan virus itu sendiri.

Badan kesehatan PBB bekerja sama dengan para mitra yang mengumpulkan sampel lingkungan di kapal tersebut, dan mengkoordinasikan sebuah studi di antara mereka yang terpapar virus untuk lebih memahami bagaimana penyakit itu berkembang.

"Kami juga sedang berupaya agar sampel virus tersebut dapat dibagikan dengan WHO BioHub di Swiss," katanya.

"Hal ini akan penting untuk mengembangkan diagnostik, terapi, dan vaksin untuk wabah di masa mendatang."

Hantavirus, yang disebarkan oleh hewan pengerat, adalah virus langka yang hingga kini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuknya.

Spesies Andes yang menjadi penyebab wabah Hondius adalah satu-satunya strain hantavirus yang diketahui mampu menular dari manusia ke manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Khawatir Inflasi, The Fed B...

KPPU Desak Revisi UU Antimonopoli

41 menit yang lalu | Lukman

Nasional
KPPU Desak Revisi UU Antimo...
Luar Negeri
Cuaca Panas El Nino Tingkat...
Nasional
Perampingan BUMN Diminta Fo...
Luar Negeri
Zona Kematian Meluas setela...
Ekonomi
UMKM Lambat Digitalisasi, D...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.