Pemkot Banjarbaru Integrasikan Pencegahan Narkoba dan Penanganan Balap Liar
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 01:10 WIB | Oleh: AlfredBANJARBARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengintegrasikan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan penanganan aksi balap liar sebagai langkah terpadu untuk melindungi generasi muda dari perilaku berisiko dan pelanggaran hukum, Selasa (23/6).
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby di Banjarbaru, Selasa, mengatakan penyalahgunaan narkoba dan maraknya balap liar sama-sama menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda sehingga memerlukan penanganan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak.
"Yang menjadi perhatian kita saat ini adalah maraknya balap liar yang dilakukan hingga dini hari. Perlu koordinasi yang lebih kuat antarinstansi untuk melakukan penertiban dan pembinaan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.
Menurut dia, penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia sehingga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan sejak dini.
"Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga, sekolah hingga komunitas masyarakat," kata Lisa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Banjarbaru bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menerbitkan buku pedoman Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diharapkan menjadi acuan bagi organisasi perangkat daerah dan masyarakat dalam melakukan edukasi antinarkoba.
Buku tersebut disusun sebagai panduan praktis bagi masyarakat untuk mengenali jenis narkoba, memahami dampak penyalahgunaan, mendeteksi gejala secara dini, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Lisa mengatakan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak mengenal batas usia, profesi maupun status sosial sehingga strategi pencegahan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan melalui pendekatan edukatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala BNN Kota Banjarbaru AKBP Dr. Arif Wahyu Bibitharta mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat gerakan pencegahan narkoba melalui penerbitan buku yang dapat digunakan sebagai referensi edukasi bagi masyarakat.
Menurut dia, tingkat kerawanan narkoba di Banjarbaru menunjukkan tren penurunan seiring penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan dan masyarakat.
"Tujuan kita satu, yakni mewujudkan Kota Banjarbaru Bersinar, Bersih dari Narkoba. Alhamdulillah, tingkat kerawanan narkoba di Banjarbaru menunjukkan tren menurun," ujarnya.
Ia mengatakan tren penurunan tersebut menjadi indikator positif bahwa kolaborasi berbagai pihak mulai menunjukkan hasil yang nyata dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Meski demikian, BNN menilai upaya pencegahan tidak boleh berhenti karena ancaman peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus yang menyasar kelompok usia produktif dan remaja.
Pemkot Banjarbaru berharap penguatan literasi antinarkoba dan penanganan balap liar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan lingkungan terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!