Rupiah Hari Ini Tertekan, Damai AS–Iran Buntu Jadi Pemicu
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan rupiah dapat dibaca sebagai refleksi meningkatnya premi risiko global akibat kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketika jalur negosiasi tidak menghasilkan titik temu, pasar merespons dengan meningkatkan kewaspadaan, mendorong arus modal keluar dari emerging markets menuju aset safe haven seperti dolar AS.
Dampaknya, tekanan terhadap rupiah tidak hanya bersifat sentimen jangka pendek, tetapi juga mencerminkan penyesuaian portofolio global terhadap ketidakpastian geopolitik.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (28/4), menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.229 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.243 per dolar AS.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi kebuntuan resolusi konflik antara Iran dengan AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global," ucapnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Iran disebut menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini, namun sebagian besar pihak di Washington skeptis terhadap proposal tersebut karena melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir di Teheran.
Presiden AS Donald Trump tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumber-sumber Iran mengungkapkan proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.
"Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," kata Ibrahim.
Pada pekan ini, dijadwalkan pula pertemuan Bank Sentral AS yang dinilai akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan moneter dan prospek inflasi dalam menghadapi gangguan akibat perang AS dengan Iran.
"The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu (29/4/2026)," ujar Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.245 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.277 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!