Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

7 Selasa, 23 Jun 2026, 18:45 WIB | Oleh:
 Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS  Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS Doc: USDEC
Ket. Pada narasumber dalam acara U.S.-Indonesia Dairy Partnership Summit (USIDP) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Senin (22/6). Program U.S.–Indonesia Dairy Partnership mencatat peningkatan produksi susu harian peternak sapi perah Indonesia sebesar 32,5 persen melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas peternak lokal.

JAKARTA – Program kerja sama sektor persusuan antara Indonesia dan Amerika Serikat mencatat hasil positif setelah para peternak sapi perah yang mengikuti pelatihan U.S.–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) mengalami peningkatan rata-rata produksi susu harian sebesar 32,5 persen sepanjang 2025.

Pencapaian tersebut diumumkan oleh U.S. Dairy Export Council (USDEC) dalam ajang U.S.–Indonesia Dairy Partnership Summit 2026 di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri susu, akademisi, serta peternak dari kedua negara untuk membahas perkembangan dan masa depan industri persusuan Indonesia.

Peningkatan produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program USIDP dalam memperkuat kapasitas peternak lokal, meningkatkan kualitas produksi susu, serta mendukung agenda ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Program USIDP mulai dijalankan sejak November 2024 sebagai inisiatif strategis yang menggabungkan keahlian industri susu Amerika Serikat dengan pengembangan kemampuan peternak Indonesia di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut telah menggelar 54 pelatihan di delapan wilayah, melibatkan 500 peternak secara langsung, serta membekali 100 teknisi persusuan untuk memperluas penerapan praktik peternakan modern.

Perkuat Industri Susu Nasional

President dan CEO USDEC, Krysta Harden, mengatakan kolaborasi antara kedua negara merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem persusuan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan selama 75 tahun, dan industri persusuan AS bangga menjadi bagian dari babak baru tersebut.

“Melalui kemitraan ini, kami turut membantu memperkuat pasokan susu dalam negeri Indonesia, mendukung program Makan Bergizi Gratis, serta membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi peternak dan keluarganya," ujar Harden melalui siaran pers pada hari Selasa (23/6).

Menurutnya, peningkatan produksi susu peternak bukan hanya mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan, tetapi juga menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan peternakan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Peternakan

Mengusung tema "Dairy for Growth: Empowering Farmers, Nourishing Communities", U.S.–Indonesia Dairy Partnership Summit 2026 menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat sektor persusuan.

Diskusi dalam konferensi tersebut membahas berbagai pendekatan, mulai dari strategi pengembangan industri hingga penerapan praktik terbaik di tingkat peternak. Acara tersebut turut menghadirkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia, Agung Suganda, bersama sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan industri.

Selain itu, Sekretaris Pertanian New Mexico, Jeff Witte, memaparkan peran kerja sama antara institusi pertanian Amerika Serikat, termasuk Departemen Pertanian New Mexico, New Mexico State University, Departemen Pertanian Wisconsin, serta Universitas Wisconsin dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan sapi perah Indonesia.

Dorong Peran Peternak Perempuan

Dalam momentum International Year of the Women Farmer 2026, konferensi tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada peternak perempuan melalui sesi bertajuk "Celebrating Women Farmers, Growing the Future".

Sebanyak delapan peternak perempuan yang telah mengikuti pelatihan USIDP mendapat apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan sektor persusuan.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peternak, peserta program juga menerima buku CowSignals Basics versi Bahasa Indonesia. Buku tersebut memberikan panduan praktis terkait perawatan ternak, pemahaman perilaku sapi, serta pengelolaan peternakan secara lebih efektif.

Perluasan Program Jadi Fokus Berikutnya

USDEC menyatakan tahap berikutnya adalah memperluas dampak program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak pelaku usaha persusuan di Indonesia.

"Langkah berikutnya adalah memperluas skala dampak ini di seluruh ekosistem persusuan Indonesia. Kami sedang membangun sesuatu yang berkelanjutan, dan kami akan melakukannya bersama-sama," kata Harden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Madura United Hajar Arema F...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.