Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 18:45 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Program kerja sama sektor persusuan antara Indonesia dan Amerika Serikat mencatat hasil positif setelah para peternak sapi perah yang mengikuti pelatihan U.S.–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) mengalami peningkatan rata-rata produksi susu harian sebesar 32,5 persen sepanjang 2025.
Pencapaian tersebut diumumkan oleh U.S. Dairy Export Council (USDEC) dalam ajang U.S.–Indonesia Dairy Partnership Summit 2026 di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri susu, akademisi, serta peternak dari kedua negara untuk membahas perkembangan dan masa depan industri persusuan Indonesia.
Peningkatan produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program USIDP dalam memperkuat kapasitas peternak lokal, meningkatkan kualitas produksi susu, serta mendukung agenda ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Program USIDP mulai dijalankan sejak November 2024 sebagai inisiatif strategis yang menggabungkan keahlian industri susu Amerika Serikat dengan pengembangan kemampuan peternak Indonesia di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut telah menggelar 54 pelatihan di delapan wilayah, melibatkan 500 peternak secara langsung, serta membekali 100 teknisi persusuan untuk memperluas penerapan praktik peternakan modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkuat Industri Susu Nasional
President dan CEO USDEC, Krysta Harden, mengatakan kolaborasi antara kedua negara merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem persusuan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan selama 75 tahun, dan industri persusuan AS bangga menjadi bagian dari babak baru tersebut.
“Melalui kemitraan ini, kami turut membantu memperkuat pasokan susu dalam negeri Indonesia, mendukung program Makan Bergizi Gratis, serta membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi peternak dan keluarganya," ujar Harden melalui siaran pers pada hari Selasa (23/6).
Menurutnya, peningkatan produksi susu peternak bukan hanya mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan, tetapi juga menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan peternakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Peternakan
Mengusung tema "Dairy for Growth: Empowering Farmers, Nourishing Communities", U.S.–Indonesia Dairy Partnership Summit 2026 menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat sektor persusuan.
Diskusi dalam konferensi tersebut membahas berbagai pendekatan, mulai dari strategi pengembangan industri hingga penerapan praktik terbaik di tingkat peternak. Acara tersebut turut menghadirkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia, Agung Suganda, bersama sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan industri.
Selain itu, Sekretaris Pertanian New Mexico, Jeff Witte, memaparkan peran kerja sama antara institusi pertanian Amerika Serikat, termasuk Departemen Pertanian New Mexico, New Mexico State University, Departemen Pertanian Wisconsin, serta Universitas Wisconsin dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan sapi perah Indonesia.
Dorong Peran Peternak Perempuan
Dalam momentum International Year of the Women Farmer 2026, konferensi tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada peternak perempuan melalui sesi bertajuk "Celebrating Women Farmers, Growing the Future".
Sebanyak delapan peternak perempuan yang telah mengikuti pelatihan USIDP mendapat apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan sektor persusuan.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peternak, peserta program juga menerima buku CowSignals Basics versi Bahasa Indonesia. Buku tersebut memberikan panduan praktis terkait perawatan ternak, pemahaman perilaku sapi, serta pengelolaan peternakan secara lebih efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!