Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Singkawang Minta Penjelasan SPPG Bukit Batu Terkait 56 Siswa Keracunan MBG

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 20:14 WIB | Oleh:
Pemkot Singkawang Minta Penjelasan SPPG Bukit Batu Terkait 56 Siswa Keracunan MBG Doc: ANTARA/Narwati
Ket. Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti.

SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalbar memanggil pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, menyusul dugaan keracunan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa MAN Model Singkawang.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

“Untuk penyebabnya belum dapat dipastikan karena kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium BBPOM,” kata Dwi Yanti di Singkawang, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, dari total 56 siswa MAN Model Singkawang yang sempat mengalami gejala dan menjalani perawatan medis, kondisi mereka kini terus membaik. Hingga Selasa, hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang.

Terkait kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan surat pemberhentian sementara operasional dapur SPPG Bukit Batu sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh.

Dwi Yanti berharap insiden tersebut menjadi yang pertama dan terakhir terjadi di Kota Singkawang. Pemkot, kata dia, tidak akan lengah dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di daerah itu.

“Kami akan melakukan langkah pencegahan dan tindakan lanjutan, termasuk inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur SPPG untuk memastikan seluruhnya berjalan sesuai SOP,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Achmad Hardin mengatakan, pihaknya bersama tim MBG telah melakukan berbagai upaya pengawasan, mulai dari pelatihan pengelola dapur, penerbitan sertifikat laik operasional, hingga pendampingan langsung di lokasi dapur.

“Dari sisi kami, bagaimana dapur bisa memenuhi standar kesehatan, meskipun dari BGN sendiri sudah memiliki spesifikasi dapur yang baku,” katanya.

Dalam penanganan kasus tersebut, Dinas Kesehatan turut memberikan pelayanan medis kepada siswa terdampak serta mendukung proses pemeriksaan sampel makanan, meskipun hasil uji laboratorium membutuhkan waktu.

Berdasarkan koordinasi Pemkot Singkawang dengan BPJS Kesehatan setempat, seluruh biaya perawatan siswa yang terdampak ditanggung oleh BPJS. Namun demikian, pihak SPPG menyatakan tetap siap bertanggung jawab apabila terdapat biaya yang tidak dapat diklaim.

“Intinya ada perhatian dari pihak SPPG dan mereka siap bertanggung jawab,” ujar Achmad.

Kepala SPPG Bukit Batu Maulidi Ikhsan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak diharapkan tersebut. Ia menegaskan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan dapat berjalan lebih baik.

“Terkait penyebab kejadian, kami belum bisa memastikan. Dugaan sementara mungkin berkaitan dengan perbedaan waktu pengantaran dan jam makan siswa. Namun untuk kepastian, kami tetap menunggu hasil laboratorium BBPOM,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.