Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Harus Perbaiki Iklim Investasi

📅 Senin, 22 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Perbaiki Iklim Investasi Doc: Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Pekerja membersihkan logo BEI didepan papan indeks IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Jakarta – Pemerintah dinilai perlu mempercepat perbaikan iklim investasi di Indonesia agar daya tarik pasar nasional tetap kompetitif di tengah persaingan global. Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan transparansi, kepastian regulasi, serta perbaikan tata kelola pasar modal yang lebih kredibel.

Dalam Global Market Accessibility Review 2026, Indonesia masih diklasifikasikan sebagai Emerging Market. Namun, lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan catatan terkait information flow atau arus informasi di pasar keuangan Indonesia.

Seperti dikutip dari Antara, Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed, menilai temuan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat reformasi pasar di Indonesia.

“Sejarah menunjukkan bahwa pasar modal yang sukses dibangun melalui proses perbaikan berkelanjutan. Korea Selatan dan India memperkuat daya saing pasar mereka melalui modernisasi regulasi, peningkatan tata kelola, dan transparansi yang lebih baik. Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan hal tersebut,” kata Shan.

Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, didukung pertumbuhan ekonomi, demografi produktif, dan stabilitas makroekonomi. Namun, ia menekankan pentingnya reformasi berkelanjutan agar daya tarik tersebut semakin kompetitif secara global.

“Ekonomi besar tidak ditentukan oleh seberapa besar sorotan yang mereka hadapi, tetapi oleh kemampuan mereka mengubah sorotan tersebut menjadi reformasi, reformasi menjadi kepercayaan, dan kepercayaan menjadi pembentukan modal jangka panjang. Trajektori Indonesia menunjukkan bahwa negara ini sedang melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Kepastian Regulasi

Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov, menilai catatan MSCI lebih tepat dipahami sebagai dorongan untuk melanjutkan reformasi pasar, bukan sebagai sinyal melemahnya daya tarik Indonesia.

“Artinya, agenda perbaikannya sudah ada, prosesnya sedang berlangsung, dan keputusan MSCI kali ini dapat menjadi momentum untuk mempercepat penyempurnaan tersebut,” kata Abra.

Ia menambahkan, sejumlah isu yang disorot MSCI terkait transparansi dan tata kelola merupakan pekerjaan yang sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

“Indonesia tidak sedang menghadapi persoalan yang mengubah status atau posisi pasarnya secara mendasar, melainkan tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pasar yang sudah ada,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Megapolitan
Konjungsi dan Okultasi Venu...

Aksi Damai Digelar Serikat Petani Indonesia

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Aksi Damai Digelar Serikat ...

Perkembangan Operasi SAR KMP Virgo Transport 8

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Perkembangan Operasi SAR KM...
Ekonomi
SPBU Modular Dibuka untuk M...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.