Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Siap Ubah Wajah Pertanian, Targetkan Rendah Emisi Karbon

📅 Senin, 22 Jun 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Siap Ubah Wajah Pertanian, Targetkan Rendah Emisi Karbon Doc: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.
Ket. Perbekel (Kepala Desa) Keliki I Ketut Wita (kanan) menunjukkan instalasi panel surya di Subak Lauh Batu, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

DENPASAR – Sistem pertanian rendah emisi karbon menjadi pendekatan strategis untuk mengurangi dampak sektor pertanian terhadap perubahan iklim tanpa mengorbankan produktivitas.

Model ini menekankan efisiensi penggunaan pupuk, pengelolaan limbah organik, pengurangan pembakaran lahan, serta pemanfaatan teknologi yang mampu menekan emisi gas rumah kaca.

Selain menjaga keseimbangan lingkungan, sistem ini juga meningkatkan efisiensi biaya produksi dan ketahanan ekosistem pertanian dalam jangka panjang.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada adopsi teknologi oleh petani, dukungan insentif kebijakan, serta akses pembiayaan agar transisi menuju pertanian rendah emisi dapat berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia mempersiapkan transisi ke sistem pertanian yang rendah emisi karbon melalui praktik berkelanjutan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2025-2029.

“Indonesia saat ini sedang mempersiapkan inisiatif untuk mempromosikan sistem pertanian padi rendah emisi khususnya pada wilayah produksi hasil rendah dan menengah,” kata Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Kementerian Pertanian Ade Candradijaya pada sambutan virtual di sela Dialog Transformasi Padi Berkelanjutan Organisasi PBB Bidang Pangan dan Pertanian (FAO) di Sanur, Bali, Senin (22/6).

Menurut dia, inisiatif itu mengedepankan pendekatan terukur yang dapat menekan emisi, sembari mempertahankan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi peluang besar dan sistem data juga mendukung produksi padi yang efisien dan berkelanjutan.

Pihaknya memperkuat produksi beras dalam negeri melalui investasi irigasi, pembenihan, hingga pemberdayaan kepada petani.

Meski begitu, lanjut dia, pemerintah Indonesia menekankan ketahanan pangan tidak dapat dicapai hanya berbasis peningkatan produktivitas, tapi aksi keberlanjutan juga dibutuhkan di antaranya dalam mengelola sumber daya air, kesehatan tanah, adaptasi iklim, hingga efisiensi produksi.

Untuk mendorong pertanian rendah emisi itu, kata dia, Pemerintah Indonesia mengapresiasi dukungan dari lembaga kemitraan dan pendanaan internasional Global Environment Facility (GEF), FAO, Bank Dunia, UNDP dan mitra lainnya melalui Program Terintegrasi Sistem Pangan (FSIP).

“Program ini menyediakan wadah penting untuk memajukan pendekatan terpadu yang mendukung produksi pangan, keberlanjutan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati dan ketahanan iklim,” imbuhnya kepada puluhan delegasi dari 12 negara di Asia dan Afrika yang kumpul dalam dialog itu di Bali.

FSIP merupakan program yang dipimpin oleh FAO, dan Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD) dan didukung GEF.

Dengan dana hibah GEF lebih dari 280 juta dolar AS dan total investasi sekitar 2,2 miliar dolar AS, FSIP memprioritaskan sektor pangan utama mencakup tanaman pangan seperti padi, gandum, dan jagung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Anggota Polda Maluku Gugur ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.