Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Kerja Sama Teliti Satwa Langka di Kaltim

📅 Senin, 14 Jul 2025, 17:05 WIB | Oleh:
BRIN Kerja Sama Teliti Satwa Langka di Kaltim Doc: ANTARA HO- YKAN
Ket. Pemasangan alat bioakuistik di kawasan hutan Kaltim.

Samarinda -- Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat melakukan kerja sama meneliti satwa langka dan ekologi di kawasan Bentang Alam Wehea-Kelay di Kabupaten Kutai Timur dan Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bentang Alam Wehea-Kelay menjadi salah satu habitat orangutan liar. Pada 2020, tercatat pada kawasan seluas 532 ribu hektare itu hidup 1.282 individu orangutan dan setidaknya terdapat 77 jenis mamalia (50 persen merupakan ordo primata, karnivora, artiodactyla), 271 jenis burung, dan 117 jenis herpetofauna.

"Kami sangat terbuka dengan riset dan pengembangannya, termasuk penggunaan teknologi terkini untuk konservasi alam yang efektif, seperti penggunaan kamera jebak dan bioakustik," ujar Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto dihubungi dari Samarinda, Senin.

Ia menilai bahwa kolaborasi ini dilakukan secara inovatif karena dirancang melakukan uji coba environmental-DNA (e-DNA), untuk mengukur kualitas lingkungan hutan hujan tropis.

Tidak kalah penting, kerja ini diharapkan saling menguatkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kerja sama dengan BRIN ini selaras dengan semangat YKAN dalam konservasi dan sejumlah program YKAN yang dikembangkan dan diimplementasikan, yakni dengan menggunakan hasil-hasil riset ilmiah dan menghormati nilai dan budaya lokal.

Ia menceritakan bahwa Hutan Lindung Wehea menjadi laboratorium riset alam sejak 2007 hingga saat ini. Hutan Wehea ditetapkan sebagai hutan lindung dan pengelolaannya menggunakan hukum adat masyarakat Dayak Wehea berdasarkan hasil riset, temuan orangutan dan budaya adat setempat.

Kolaborasi dengan BRIN akan berjalan selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2030. Riset ini diharapkan menjadi pijakan untuk menjaga hutan Kalimantan dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Sementara Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN Delicia Yunita Rahman mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan dapat terungkap fakta-fakta ilmiah, temuan ilmu pengetahuan, dan rekomendasi dari aspek ekologi hutan tropis dan satwa liar untuk mendukung pengelolaan Bentang Alam Wehea-Kelay dan ekosistem bernilai penting lainnya.

Sedangkan untuk lokus kerja sama yang ditandatangani Senin ini adalah melakukan riset di Kaltim khususnya dan ekosistem penting lain di Kalimantan, yakni pada Kawasan yang memiliki peran penting dalam ekosistem hutan tropis Indonesia.

“Provinsi Kaltim memiliki hutan seluas 13 juta hektare dan menjadi rumah bagi setidaknya 1.500 jenis flora-fauna, sebagian di antaranya adalah jenis endemik. Hutan juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, muasal pengetahuan dan penjaga keseimbangan lingkungan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.