Wali Kota Bandung Kaji Skema Lumbung Pangan
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 14:53 WIB | Oleh: Ilham SudrajatKarena itu, Pemkot Bandung memilih melakukan kajian komprehensif sebelum mengambil keputusan. Analisis dilakukan terhadap jenis komoditas, volume kebutuhan masyarakat, efektivitas distribusi, hingga efisiensi anggaran apabila kerja sama tersebut benar-benar direalisasikan.
Selain memperkuat pasokan, pemerintah juga terus melakukan pengendalian inflasi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Bank Indonesia, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Wali Kota Farhan mengatakan, pengendalian inflasi di Kota Bandung pada dasarnya bukan hanya berkaitan dengan harga barang, tetapi lebih kepada memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar.
"Kalau Bandung, kuncinya itu suplai dan distribusi. Selama distribusi lancar, kebutuhan masyarakat tetap bisa dipenuhi," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengakui laju inflasi Kota Bandung sempat menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Namun kondisi tersebut bukan disebabkan menurunnya produksi pangan, melainkan meningkatnya permintaan secara signifikan.
Menurut Wali Kota Farhan, sejak akhir tahun 2025 hingga pertengahan 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung meningkat tajam.
Kondisi itu berdampak langsung terhadap kebutuhan pangan, terutama untuk memenuhi permintaan sektor kuliner, hotel, restoran, dan industri pariwisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika wisatawan meningkat, otomatis kebutuhan bahan pangan juga meningkat. Harga di pasar tidak bisa dibedakan antara yang dibeli masyarakat dengan yang dibeli restoran. Akibatnya harga ikut naik," tutur dia.
Ia menilai tantangan terbesar Kota Bandung ke depan bukan lagi sekadar menjaga stok pangan, tetapi meningkatkan suplai agar mampu mengimbangi pertumbuhan sektor pariwisata yang terus berkembang.
Perubahan Iklim
Selain faktor permintaan, Wali Kota Farhan juga menyoroti ancaman perubahan iklim yang mulai dirasakan terhadap pasokan sejumlah komoditas, terutama sayuran.
Menurut dia, musim kemarau berkepanjangan dapat mengurangi produksi sayuran dari daerah pemasok sehingga berpotensi memengaruhi harga di pasar.
Berbeda dengan sayuran, Wali Kota Farhan memastikan stok beras relatif aman karena Bulog memiliki cadangan yang cukup melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!