Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Beras Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara, ke-4 di Dunia

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Beras Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara, ke-4 di Dunia Doc: ANTARA
Ket. Pekerja memikul karung berisi beras saat bongkar muat di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Senin (6/4/2026).

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengutip data Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) mengatakan Indonesia menjadi dengan produksi tertinggi di Asia Tenggara dan menempati peringkat keempat dunia di bawah India, Tiongkok dan Bangladesh pada 2025.

"FAO kembali menempatkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara dan juga menjadi tertinggi keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh," kata Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Akan tetapi, menurut dia, dari empat besar dunia tersebut, hanya Tiongkok dan Indonesia yang diproyeksikan akan mengalami perkembangan produksi beras yang positif.

Sementara itu, jika dibandingkan antara perkiraan produksi beras periode 2025/2026 dengan 2024/2025, Indonesia menjadi negara dengan kenaikan produksi paling tinggi di antara negara-negara produsen utama dunia.

Kenaikan produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta ton, jauh melampaui India sebesar 1,7 juta ton, Brasil 1,5 juta ton, dan Bangladesh 1,1 juta ton.

Ia mengatakan perkembangan sektor perberasan Indonesia kembali memperoleh pengakuan dari FAO. Selain mengumumkan perkembangan produksi beras Indonesia, FAO juga melaporkan Indonesia mengalami peningkatan stok beras dan turut pula berhasil menjaga kestabilan harga di tingkat petani.

Dalam Food Outlook edisi Juni 2026, FAO melaporkan peningkatan stok beras di Indonesia menjadi salah satu faktor dalam menjaga stok cadangan beras dunia. Organisasi pangan itu juga memperkirakan stok beras dunia pada akhir 2026/2027 dapat mencapai 213,8 juta ton, yang merupakan rekor tertinggi kedua dalam 10 tahun terakhir.

Amran memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional yang dikelola Perum Bulog masih berada lebih dari 5 juta ton. Ia juga memastikan Indonesia tidak akan ada lagi impor beras konsumsi.

"Stok (CBP) kita per hari ini bulan Juni, berada pada sekitar 5,2 juta ton sampai dengan hari ini dan stok kita aman. Tapi yang terpenting, (sejak) tahun 2025 tidak ada keluar izin impor beras medium (sampai sekarang)," katanya.

Ia bahkan meminta kepada pihak yang masih meragukan melimpahnya stok CBP agar melihat langsung ke gudang-gudang Bulog yang ada di berbagai daerah. Hal itu juga untuk membuktikan optimisme pemerintah yang besar terkait ketersediaan beras untuk kebutuhan dalam negeri.

"Kapasitas (gudang) Bulog hanya 3 juta ton. Tapi stok kita 5,2 juta ton. Artinya Bulog hari ini menyewa gudang (kapasitas) 2,2 juta ton. (Jadi untuk) yang belum yakin, silakan ke gudang Bulog seluruh Indonesia," kata Amran lagi.

Terkait stok beras, FAO memberikan proyeksi closing stocks dalam Food Outlook Juni 2026 yang memperkirakan stok beras Indonesia dapat mencapai 7,5 juta ton pada periode 2025/2026 dan juga bisa lebih besar lagi hingga 7,8 juta ton pada periode 2026/2027. Peluang Indonesia sebagai eksportir beras dinilai semakin terbuka lebar.

"Dan satu lagi, beras bukan lagi penyumbang inflasi utama. Ini sudah dua tahun berturut-turut," ujar dia.

Adapun tingkat inflasi beras Indonesia secara bulanan sudah melandai dalam dua tahun terakhir. Inflasi beras yang terakhir cukup tinggi, menurut dia, pernah terjadi pada Mei 2024 di 3,59 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.