Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Goa Beloyot, Jejak Purba di Pedalaman Timur Kalimantan

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Goa Beloyot, Jejak Purba di Pedalaman Timur Kalimantan Doc: Antara
Ket. Beberapa pengunjung saat masuk Goa Beloyot, salah situs di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat antara Kabupaten Kutai Timur dan Berau, Kalimantan Timur.

SAMARINDA - Di pedalaman timur Kalimantan, terbentang kawasan karst lebih dari 1,8 juta hektare, terluas se-Kalimantan. Inilah bentang Sangkulirang-Mangkalihat yang terhampar dari Kabupaten Kutai Timur hingga Berau.

Di balik tebing-tebing batu raksasa, lorong-lorong goa, dan hutan tropis yang lebat, tersimpan lebih dari sekadar keindahan alam. Ada jejak sejarah kehidupan yang berusia puluhan ribu tahun, kekayaan geologi yang unik, serta harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat.

Kini, kawasan itu sedang melangkah pasti menuju status taman bumi atau Geopark Nasional, bahkan terus dilengkapi sejumlah syarat untuk meraih pengakuan dunia dari UNESCO.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyadari bahwa mengelola kawasan seluas itu tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, sinergi dibangun seluas mungkin.

Akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, pelaku usaha, komunitas konservasi, seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), hingga Pusat Kajian Ibu Kota Nusantara (IKN), direngkuh berkolaborasi.

Kerja sama lintas lembaga ini menjadi kunci agar warisan alam dan budaya leluhur tetap terjaga, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi penduduk setempat.

"Dukungan pemerintah daerah, masyarakat, ilmuwan, dan pengusaha adalah fondasi utama dalam mewujudkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat," ujar Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Pemprov Kaltim Siti Fahri Syahliana.

Terlebih, geopark bukan sekadar kawasan wisata biasa. Ia adalah konsep pembangunan berkelanjutan yang memadukan tiga pilar utama, berupa pelestarian alam, sarana pendidikan, dan penggerak ekonomi rakyat.

Untuk memahami betapa berharganya kawasan ini, siapa saja bisa menelusuri salah satu situs paling istimewa di Goa Beloyot. Perjalanan menuju ke tempat itu bukanlah perjalanan biasa.

Dari Kampung Merabu, pengunjung harus melangkah menyusuri jalan setapak sekira dua jam. Jalan yang dilalui masih berupa jalur alami yang sering becek, melintasi aliran sungai kecil, dan menembus rimbunnya hutan hujan tropis.

Rahman (48 tahun), pemandu lokal yang sudah hafal tiap jengkal seluk-beluk kawasan itu memberikan tipas agar pengunjung memakai sepatu takul yang kuat dan tidak lupa membawa jas hujan. Perlengkapan itu diperlukan karena jalanannya licin dan hujan bisa turun kapan saja. Satu pesan lain, jangan pakai celana jeans, langkah akan berat dan sela paha bisa lecet.

Setibanya di mulut goa, perjalanan belum berakhir. Di dalamnya, ruang-ruang sempit membuat kepala harus menunduk. Ada bagian yang tingginya hanya sekitar satu meter. Helm menjadi pelindung wajib agar tidak terbentur dinding atau langit-langit goa.

Setelah menyusuri lorong gelap dan sempit yang pernah menjadi sarang walet ini, rombongan akhirnya tiba di ruang utama yang luasnya setara satu setengah lapangan sepak bola.

Di sinilah waktu seolah berhenti. Di dinding dan langit-langit goa terlihat jelas puluhan lukisan prasejarah. Ada gambar telapak tangan warna merah, diperkirakan berasal dari pewarna alami tumbuhan atau tanah liat yang dicampur getah.

Ada juga gambar sosok manusia sedang berburu dengan tombak, disertai lukisan babi hutan, kura-kura, kepiting, dan hewan-hewan lain yang menjadi sumber makanan nenek moyang.

Hasil penelitian menyebut bahwa lukisan dan jejak peradaban di Goa Beloyot ini berusia sekitar 40.000 tahun. Artinya, tempat ini adalah salah satu saksi bisu kehidupan manusia purba di Asia Tenggara.

Keberadaannya membuktikan bahwa wilayah itu sudah dihuni dan dikelola oleh manusia sejak zaman dahulu, menjadikan nilainya tidak hanya geologis, tetapi juga budaya dan sejarah yang memungkinkan dilakukan penelitian lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bandung Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Perkuat Pena...

Wali Kota Bandung Kaji Skema Lumbung Pangan

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Kaji Skem...
Luar Negeri
Selat Hormuz Mulai Pulih, 2...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.