Hilirisasi dan Logistik Terintegrasi Disiapkan untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Indonesia Timur
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 17:12 WIB | Oleh: Haryo BronoImplementasi model ini telah dilakukan pada komoditas kakao. Hasil panen petani binaan Gobel Group berhasil diekspor ke Jepang dan diolah menjadi produk cokelat yang dipasarkan di negara tersebut.
Skema tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani karena mereka menjadi bagian dari rantai nilai global, bukan sekadar pemasok bahan baku.
Ketahanan Pangan Harus Beri Manfaat bagi Masyarakat
Rachmat Gobel menegaskan bahwa tujuan utama dari berbagai investasi dan pengembangan yang dilakukan bukan semata-mata meningkatkan produksi atau mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pembangunan harus mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, serta memperkuat kesejahteraan daerah secara berkelanjutan.
Ia berharap PENAS XVII 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, nelayan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Upaya ini bukan hanya tentang meningkatkan produksi pangan, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah, memperluas akses pasar, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat, kami berharap Gorontalo dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi pangan Indonesia di masa depan," kata Rachmat Gobel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!